Kenapa Ada Produk yang Rasanya “Pas Banget” Dipakai?
Pernah memakai sebuah produk lalu merasa, “Enak juga ya dipakainya”?

Bisa berupa botol minum yang nyaman digenggam, kursi yang tidak membuat cepat pegal, atau phone stand yang posisinya terasa pas. Produk yang nyaman digunakan biasanya lahir dari proses desain dan engineering yang matang.

Seberapa besar ukurannya? Material apa yang cocok? Apakah cukup kuat, aman, dan mudah diproduksi? Yang paling penting, apakah produk itu benar-benar menjawab kebutuhan penggunanya?

Di Product Design Engineering, desain tidak berhenti pada bentuk yang menarik. Mahasiswa belajar melihat produk dari sisi pengguna, fungsi, material, ergonomi, proses manufaktur, sampai bagaimana produk tersebut bisa dibuat dengan lebih efektif.

Saat merancang desk organizer, misalnya, pertanyaannya bisa berkembang: apakah handphone tetap bisa di-charge? Apakah kabel mudah tertekuk? Apakah komponennya terlalu banyak? Bisakah material digunakan lebih efisien? Apakah produknya mudah dirawat dan cukup awet?

Pertimbangan dalam desain seperti ini juga berkaitan dengan SDG 9 tentang inovasi dan SDG 12 tentang produksi dan konsumsi yang lebih bertanggung jawab. Sustainability dapat diterapkan melalui keputusan desain yang terukur, mulai dari pemilihan material, jumlah komponen, proses produksi, kemudahan perawatan, hingga umur pakai produk.

Karena pada akhirnya, desain yang baik bukan hanya terlihat bagus. Ia harus bekerja dengan baik, nyaman digunakan, masuk akal untuk dibuat, dan tidak menggunakan sumber daya secara berlebihan.

Itulah bagian menarik dari Product Design Engineering: mengubah kebutuhan nyata menjadi produk yang dirancang dengan pertimbangan engineering yang matang dan dapat direalisasikan.

SDG 9
Industry, innovation and infrastructure
SDG 12
Ensure sustainable consumption and production patterns.
Keputusan desain mencakup fungsi, material, proses produksi, dan umur pakai, agar produk tidak hanya menarik, tetapi juga bertanggung jawab.