People Innovation Excellence
 

COMMON RAIL

CommonRail adalah teknologi sistem injeksi baru pada mesin diesel, teknologi commonrail ini memungkinkan tekanan pada ruang bakar menjadi fleksibel (dapat berubah) menyesuaikan dengan output yang dikehendaki, teknologi commonrail ini juga menyempurnakan akurasi volume bahan bakar/ solar yang masuk ke ruang bakar.

Gambar 1. Common Rail[1]

Kelebihan Diesel CommonRail dibandingkan dengan Diesel konvensional pada dasarnya adalah mampu memberikan suplai bahan bakar yang lebih akurat dan tekanan pada ruang bakar yang sesuai dengan kebutuhan (output), dua kelebihan mendasar commonrail itu ternyata berdampak sangat besar pada hasil dari proses pembakaran ini, antara lain:

* Performa / tenaga mesin yang lebih baik

* Efektif dalam penggunaan bahan bakar (lebih hemat bahan bakar)

* Getaran mesin lebih kecil

* Suara lebih kecil

* Asap/ gas buang lebih bersih

Common rail system prototype dimulai pada akhir tahun 60-an oleh Mr. Hiber di Switzerland. Kemudian dilanjutkan oleh Mr. Ganser dari Swiss Federal Institute of Technology yang memfokuskan dirinya untuk menekuni dalam bidang ini [1]. Pada pertengahan tahun 60-an, Masahiko Miyaki dan Dr. Shohei Itoh dari Denso Corporation Jepang, mengembangkannya untuk digunakan pada Heavy Duty Vehicles, dan berhasil menciptakan produk pertamanya yang dinamakan dengan ECD-U2 common Rail system, yang kemudian dipasang pada truck HINO RAISING RANGER dan sejak tahun 1995 sudah mulai dijual kepada umum. Selanjutnya, sejak tahun 1997 Robert Bosch GmbH mulai memproduksinya secara massal untuk digunakan pada mobil jenis penumpang[4].

Common rail engines juga diterapkan pada kapal laut dan kereta api. Dengan adanya krisis minyak bumi dan emisi, maka sekitar tahun 1990-an, mulai banyak yang mengadopsi common rail system, misalnya Fiat (dikenal sebagai JTD, dipakai pada Fiat Panda), Alfa Romeo, dan Volvo. Saat ini, Common rail system semakin banyak digunakan. Bahkan, salah satu perusahaan otomotif terkemuka di Amerika, Delphi Automotive Systems, juga memproduksinya.

System Kerja Diesel Commonrail Memakai Pengontrol Katup Selenoid Yang Dikendalikan Secara Elektrikal, sperti yang ditunjukan dalam Gambar 2. Dipastikan Solar Terinjeksi Sesuai Jumlah Yang Dibutuhkan. Konsekwensinya Harus Pakai Jenis Solar Performa Tinggi, Bukan Yang Rendah. Oleh Karenanya Dibutuhkan Kadar Partukulat-Sulphur Content Yang rendah Dan Angka Cetane Yang Tinggi, Yaitu Minyak Diesel Setara Solardex. Common rail termasuk mesin diesel generasi terbaru, dibandingkan mesin diesel lama, diesel common rail terkenal dengan CC yang lebih kecil tapi bisa menghasilkan tenaga dan torsi yang jauh lebih besar.

Gambar 2. Diesel Common Rail[2]

Mobil yang menggunakan mesin CommonRail Diesel ini memiliki karakter:

  1. Dengan pengaturan volume dan tekanan yang fleksibel membuat percampuran solar dengan udara disertai tekanan yang tepat membuat pembakaran menjadi lebih efektif sehingga sebagian besar bahan bakar terserap menjadi tenaga, hal ini menyebabkan gas buang relatif sedikit (asap berkurang) dan lebih ramah lingkungan.
  2. Pengaturan secara elektronik volume injeksi bahan bakar dan timing injeksi juga berdampak pada efektifitas penggunaan bahan bakar sehingga memberikan tenaga yang lebih besar dan konsumsi bahan bakar yang lebih irit. Klaim dari pabrikan otomotif yang menggunakan teknologi Commonrail adalah commonrail dapat menyemprotkan bahan bakar tiga kali lebih akurat dari diesel konvensional sehingga sangat efektif.
  3. Komponen mesin commonrail sangat tahan terhadap tekanan sehingga bisa bekerja lebih keras dan lebih tahan lama.
  4. Penyesuaian mesin lebih mudah, hal ini disebabkan setiap silinder dikendalikan oleh pompa injeksi yang berbeda.

 kontribusi dari Raditya rifqi rayhan (Are sem 2 2017/2018)

Referensi

  1. .http://1.bp.blogspot.com/-LUvEgBZSGBk/VSFzzUzQW9I/AAAAAAAAAcQ/xFD5_aKoGcU/s1600/gambar%2Bengine%2Bcommon%2Brail%2Bbosh.jpg
  2. https://panjimitiqo.files.wordpress.com/2010/10/common-rail_.jpg
  3. http://www.mobilku.org/2013/05/kelebihan-diesel-commonrail-dibanding.html
  4. https://www.mekanikmitsubishi.com/sejarah-common-rail.html

Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close