People Innovation Excellence

Mesin Konvesional Toyota? VVT-I lah!

Kita tentu tahu bahwa masyakarat di Indonesia, khususnya di Jakarta memiliki mobilitas yang tinggi, sehingga transportasi sangat dibutuhkan. Banyak dari masyarakat Indonesia, khususnya di Jakarta memerlukan moda transportasi yang nyaman, cepat dan efisien. Oleh karena itu, mobil menjadi pilihan utama bagi para pengguna transportasi. Banyak dari pengendara yang menginginkan kendaraan yang hemat bahan bakar, bertenaga, dan efisien.

Keinginan untuk menjaga keiritan bahan bakar dari mobil tersebut membuat para engineer mulai mengembangkan teknologi-teknologi yang bisa membuat bahan bakar yang irit dan berperforma tinggi seperti VVT(Variable Valve Timing),VTEC(Variable Valve Timing and Lift Electronic Control),Direct Injection,VVT-I(Variable Valve Timing with Intelligence) dan lain-lain. Salah satu contoh Teknologi yang akhir-akhir ini yang sudah banyak diproduksi masal bernama VVT-I milik Toyota.

Mesin VVT-i (Variable Valve Timing with intelligence) merupakan mesin berteknologi variable valve timing yang dikembangkan oleh Toyota. Mesin ini merupakan penerus/generasi pengganti teknologi VVT Toyota yang sudah diterapkan sejak tahun 1991 di dalam mesin 4A-GE silinder milik Toyota mesin ini juga dipakai di(contoh mobil = AVCS dan AVLS milik Subaru)[1].

Teknologi VVT mulai digunakan Toyota sejak 1991, pada mesin 4A-GE, ada lima katup per silinder. Hampir semua produk Toyota kemudian beralih ke teknologi VVT-i mulai 1996, mempunyai variasi waktu katup asupan dengan menyesuaikan hubungan antara camshaft drive (belt, gunting gear atau rantai) dan camshaft intake[2].

Gambar 1 Contoh bagian-bagian mesin dari VVT-I (Sumber :otomotif.com)

Mekanisme Kerja dari mesin VVT-I adalah dengan menghitung waktu buka tutup katup secara optimal, ECU(Electronic Control Unit) pada mesin membantu untuk menyesuaikan dengan kecepatan dari mesin tersebut, kemudian volume udara masuk, posisi throttle dan temperature air. Sensor posisi camshaft dan crankshaft memberikan sinyal sebagai respon koreksi.

Sistem VVT-I akan terus mengkoreksi Valve Timing atau jalur keluar masuk bahan bakar dan udara. Menyesuaikan dengan pijakan pedal gas dan beban yang ditanggung demi menghasilkan torsi optimal di setiap putaran dan beban mesin.

Tinjauan dasar VVT-i adalah mengoptimalkan torsi mesin pada setiap kecepatan dan kondisi pengemudian yang membuat konsumsi BBM menjadi lebih efisien dan menurunkan tingkat emisi bahan bakar serendah mungkin.

Itulah sebabnya kendaraan bermesin teknologi VVT-i sanggup menghasilkan tenaga yang besar sekalipun kapasitas CC slinder mesin kecil[3].

Penggunaan teknologi VVT-i pada kendaraan memberikan banyak keuntungan. Misalnya, pada saat mesin berputar idling maka overlap (sebuah kondisi dimana kedua klep intake dan out berada dalam possisi sedikit terbuka pada akhir langkah buang hingga awal langkah hisap) katup akan dihilangkan, sehingga membuat konsumsi bahan bakar menjadi lebih ekonomis. Pada saat beban menengah / sedang, overlap katup diperbesar untuk mengurangi efek pumping loss, sehingga emisi gas buang knalpot menjadi lebih bersih. Pada saat kecepatan tinggi dan beban berat, penutupan katup isap dibuat lebih mundur untuk meningkatkan efisiensi volumetrik campuran udara dan bahan bakar, sehingga dapat menaikkan torsi/ output mesin. Pada saat mesin dimatikan, maka posisi valve timing katup dibuat paling mundur (max retard), supaya mesin mudah untuk dihidupkan[4].

VVTL-I

             Gambar 2 Gambar mesin VVTL-I (sumber : Camargus.com)

Varian VVTL-i(Variable Valve Timing and Lift intelligent system) ini merupakan teknologi yang disempurnakan dari mesin teknologi VVT-i yang dapat mengubah angkat katup serta valve timing. Teknologi mesin ini pertama kali dikenalkan pada tahun 2000 dimana TOYOTA CELICA dengan tipe mesin 2ZZ-GE. Namun Toyota menghentikan produksi mesin VVTL-i untuk pasar karena mesin ini tidak memenuhi spesifikasi emisi Euro IV. Mesin dengan teknologi ini dihentikan penggunaan nya pada beberapa jenis mobil Toyota yang salah satunya TOYOTA COROLLA XRS[5].

 

Mesin VVT-I memang irit dan bertenaga kuat, namun ditakutkan bahwa VVT-I lama kelamaan tidak bisa menyaingi produk-produk lain di pasaran. Dari survey singkat saya di tempat kuliah saya, banyak yang mengatakan bahwa mereka lebih menghendaki VTEC daripada VVT-I, dan beberapa orang memang  lebih menyukai aspek dari VTEC (Tidak membutuhkan bukaan Katup pada saat emisi sehingga kinerja mesin lebih ringan)

Salah satu contoh innovasi atau perubahan yang bias dicontoh adalah kendaraan free valve’s Pneumatic Hydraulic Electric Actuator (PHEA) yang sudah di pamerkan di Beijing Motor Show pada April 2016 lalu. PHEA menggantikan camshaft dan membuat system manajemen mesin untuk memiliki kontrol penuh pada setiap bagian individu pada katup[6].

Contoh di atas merupakan salah satu perubahan yang dapat digunakan untuk mengembangkan potensi-potensi dari VVT-I dengan cara mendaur ulang apa yang sudah ada terlebih dahulu dan menciptakan kembali VVT-I dengan konsep yang baru dan unik. Diharapkan dengan beberapa perubahan yang kecil ini dapat membuat hasil yang positif terhadap masa depan dari VVT-i.

 

Kontributor : Jason Kristian (ARE Semester 1 2017/2018)

 

  • Referensi:

[1]. Marchelloka.com”Pengertian mesin VVT-i”.[online]. Available at : http://www.marchelloka.com/2017/12/pengertian-mesin-vvt-i-variable-valve.html [Accessed : December 16, 2017]

[2]. Otomania.gridoto.com”Mengenal lebih dekat teknologi VVT-i Toyota”. [online]. Available at : https://otomania.gridoto.com/read/031406/mengenal-lebih-dekat-teknologi-vvt-i-toyota [Accessed : December 17, 2017]

[3]. Mobilmo.com. “mengenal kinerja teknologi mesin VVT-I serta keuntungan bagi pemilik mobil”. [online]. Available at :https://www.mobilmo.com/mengenal-kinerja-teknologi-mesin-vvt-i-serta-keuntungan-bagi-pemilik-mobil-7699 [Accessed : October 24, 2017]

[4]Otomotifinfo.com. “mengenal VVT-I”. [online]. Available at  : http://www.otomotifinfo.com/mengenal-VVTi.html[Accessed : October 24, 2017]

[5]. Camargus.com. “magazine”. [online]. Available at : https://camargus.com/magazine/379 [Accessed : October 24, 2017]

[6]. Freevalve.com “Freevalve Technology Unveiled At Beijing Motor Show In Qoros Qamfree Concept Car”. [online]. Available at : http://www.freevalve.com/freevalve-technology-unveiled-at-beijing-motor-show-in-qoros-qamfree-concept-car/ [Published : april 25, 2016] [Accessed : October 26, 2017]


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close
    View Help Hide Help