People Innovation Excellence
 

Air Maintenance Technology

Air Maintenance Technology

Sumber : Goodyear.com

Air Maintenance Technology atau disingkat sebagai AMT adalah sebuah inovasi untuk ban kendaraan. Air Maintenance Technology sendiri merupakan sebuah ban kendaraan, namun, yang membedakan ban Air Maintenance Technology  dan ban lainnya adalah kemampuannya untuk menjaga tekanan angin pada ban agar tetap optimum sehingga kestabilan kendaraan dapat terjaga.

Air Maintenance Technology ini dikembangkan oleh Goodyear Tire & Rubber Company. Nama perusahaan ini sendiri diambil dari Charles Goodyear, penemu teknologi Celtic pada ban kendaraan. Pada awalnya, Charles Goodyear sendiri telah melakukan penelitian pada karet ban kendaraan. Dari penelitiannya tersebut, Charles Goodyear mengembakan karet ban yang lebih nyaman untuk digunakan sebagai transportasi, yaitu karet tahan api. Karet ban ini menggunakan teknik vulkanisasi pada pembuatannya[1].

Semenjak saat itu, teknologi pada ban semakin berkembang pesat. Pada perkembangan selanjutnya, Thomson dan Dunlop mulai memodifikasi pengembangan Charles Goodyear. Mereka menciptakan ban dengan rongga udara seperti yang kita kenal saat ini. Keduanya juga dikenal sebagai Bapak Ban Sedunia. Pengembangan terhadap ban terus berlanjut hingga ditemukannya ban dalam dan ban luar yang berkembang hingga cukup lama. Pada tahap selanjutnya ditemukannya ban Tubeless yang sudah dikenal secara umum oleh masyarakat[1].

Namun, perkembangan teknologi tidak sampai disitu saja, Goodyear Tire & Rubber Company telah berhasil menemukan konsep Air Maintenance Technology yang memenangkan “Best Inventions Awards 2012” versi majalah TIME. Walaupun ban ini belum tersedia di pasar, namun, Goodyear Tire & Rubber Company yakin bahwa penemuannya akan memiliki nilai tinggi di pasar otomotif dan masyarakat luas[2].

Sumber : 99otomotif.blogspot.id

Teknologi Air Maintenance Technology  Goodyear awalnya ditujukan untuk para operator armada kendaraan niaga, mengacu pada data American Trucking Association tahun 2008 yang menemukan bahwa truk dan trailer yang berhenti beroperasi, lebih dari separuhnya diakibatkan masalah pada ban. Padahal itu akan sangat merugikan perusahaan angkutan tersebut akibat tidak beroperasinya salah satu bahkan lebih armada mereka. Akibat masalah ban yang terkait kurang angin juga membuat ban cepat rusak sehingga meningkatkan biaya operasional[3].

Kunci dalam sistem ini adalah sebuah regulator internal yang dapat mendeteksi ketika tekanan udara menyusut di bawah tekanan yang ditentukan. Kemudian sistem akan membuka agar udara dari luar dapat masuk melalui tabung pompa. Udara kemudian ditekan melalui tabung tersebut ke dalam katup inlet sehingga mengalir ke dalam rongga ban yang prinsip kerjanya memanfaatkan deformasi ban saat menggelinding di atas permukaan jalan[3].

Penggunaan Air Maintenance Technology ini memiliki banyak keuntungan. Pertama, kita tidak perlu lagi khawatir apabila ban kendaraan kita bocor ditengah jalan karena, teknologi Air Maintenance Technology  dengan otomatis akan menyesuaikan tekanan ban kendaraan kita. Kedua, kendaraan tetap stabil walau kondisi ban sedang kempis. Ketiga, meningkatkan efisiensi kendaraan saat kondisi ban tidak maksimal. Seperti yang kita ketahui apabila sebuah ban kendaraan sedang bocor, maka, mengendarai kendaraan terasa lebih berat. Hal ini juga menyebabkan mesin kendaraan harus bekerja ekstra akibat ban kendaraan yang kempis. Dengan ban yang selalu dalam kondisi tekanan yang baik, membuat ban lebih awet serta meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan. Goodyear memperkirakan bahwa setiap 10 psi tekanan yang hilang selaras dengan bertambahnya konsumsi bahan bakar sebanyak 1 persen setiap mil/galon-nya. Selain itu, ban dengan tekanan 10 persen di bawah ukuran normal mampu mengurangi usia ban hingga 16 persen. Namun, dengan teknologi Air Maintenance Technology  ini, tekanan ban yang kempis ini dapat dipertahankan ke tingkat yang optimum sehingga dapat meningkatkan efisiensi kendaraan saat kondisi ban sedang kempis[4].

Walau Air Maintenance Techonology memiliki banyak kelebihan dibanding dengan ban kendaraan biasa, namun, ban ini juga memiliki kekurangan diantaranya, harga yang lebih mahal dibanding ban kendaraan standar. Apabila harga yang nanti ditawarkan melambung jauh dibanding harga ban standar, ban Air Maintenance Technology  ini mungkin akan kurang laris dipasaran. Kemudian, sejauh ini ban yang baru berhasil diuji coba adalah ban yang digunakan untuk mobil sehingga, belum ada kabar lebih lanjut apakah ban Air Maintenance Technology  ini dapat digunakan untuk kendaraan roda dua. Selain itu, kita belum tahu pasti juga adakah perbedaan performa jika ban kendraan diisi dengan angin biasa dibanding diisi menggunakan nitrogen.

Dengan ban kendaraan yang memiliki Air Maintenance Technology ini, tentu kehidupan manusia dibidang transportasi akan semakin terbantu. Dengan adanya teknologi ini, pengendara tidak perlu lagi khawatir apabila ban kendaraannya kempis di tengah jalan. Para pengendara juga tidak perlu lagi khawatir untuk mencari bengkel atau tempat tambal ban terdekat. Namun, teknologi ini juga memiliki dampak negatif. Salah satu diantaranya adalah dampak negatif bagi para supir truk derek. Dengan adanya teknologi ini, pengendara tidak perlu memanggil truk derek apabila ban kendaraannya kempis di jalan sehingga secara otomatis penggunaan truk derek akan berkurang.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Air Maintenance Technology ini dapat sangat membantu umat manusia terutama para pengguna kendaraan bermotor. Namun, hendaknya perusahaa  Goodyear mempercepat riset penelitiannya agar ban dengan teknologi Air Maintenance Technology  dapat segera dipasarkan. Lalu, apabila ban ini sudah dipasarkan, hendaknya para supir truk derek diberikan pelatihan dibidang lain sehingga jika nanti truk derek sudah tidak banyak diperlukan, maka ban Air Maintenance Technology  tidak memberikan dampak negatif berupa pengangguran.

Kontributor : Nathanael Surya Kudus (ARE Semester 1 2017/2018)

Referensi :

[1] “Sejarah dan Perkembangan Ban” , [online], Available : http://www.bimbie.com/sejarah-dan-perkembangan-ban.htm, [Accessed : December 14, 2017]

[2] Goodyear Corporate, “Goodyear to Begin Fleet Testing of Air Maintenance Technology for Commercial Vehicles” , [online], Available : https://corporate.goodyear.com/en-US/media/news/Goodyear-to-Begin-Fleet-Testing-of-Air-Maintenance-Technology-for-Commercial-Vehicles-1426100313982.html, [Accessed : December 14, 2017]

[3] “PR Newswire: news distribution, targeting and monitoring” , [online], Available : https://www.prnewswire.com/news-releases/goodyear-to-begin-fleet-testing-of-air-maintenance-technology-for-commercial-vehicles-294250314.html, [Accessed : December 14, 2017]

[4] “Ban Anti-Kempes Buatan Goodyear” , January 01, 1970, [online], Available : http://99otomotif.blogspot.co.id/2012/09/ban-anti-kempes-buatan-goodyear.html, [Accessed : December 14, 2017]


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close