People Innovation Excellence

Sistem Riding Assist Keseimbangan pada Sepeda Motor

Sangat menarik ketika trend perkembangan teknologi pada sepeda motor tidak tertinggal jauh dengan perkembangan teknologi pada mobil. Pengembangan teknologi berbasis smart motorcycle system menarik perhatian akhir-akhir ini. Salah satunya adalah sistem keseimbangan (Riding Assist), dimana pengendara tidak perlu lagi menjaga keseimbangan motor terutama pada kecepatan rendah dan pada kondisi berhenti. Teknologi ini memberi keamanan dan kenyamanan bagi pengendaranya dengan tujuan agar tidak terjatuh saat di kendarai terutama ketika motor dalam keadaan tidak stabil. Hal ini dapat memberi kemudahan lebih bagi para pengendara amatir untuk belajar mengendarai sepeda motor.

Salah satu teknologi keseimbangan yang pertama kali dikembangkan pada sepeda motor adalah pada awal tahun 2010 di Amerika oleh mahasiswa berdarah Korea. Dengan mengusung nama Litmotors, Daniel Kim mengembangkan prototipe C1 dengan sistem keseimbangan gyroscope. Sistem keseimbangan ini memiliki prinsip kerja seperti pada gasing yang berputar. Semakin cepat putaran gasing, semakin besar momentum putaran yang menjaga sumbu tetap tegak pada posisinya. Prototipe C1 yang dikembangkan adalah rear-wheel-drive, tetapi versi produksi masal rencananya akan menjadi two-wheel-drive. Motor ini menggunakan tenaga listrik dengan kapasitas 110 tenaga kuda. Dengan ukuran panjang 2.92 m dan lebar 1.02 m, C1 memiliki luas kabin yang cukup luas untuk dua orang, satu sebagai driver di depan dan satu lagi di belakang untuk penumpang dan bagasi. Berat kosong C1 antara 360 hingga 410 kg dengan waktu akselerasi dari nol hingga 60 mph (96.5 kmh) sekitar enam detik dan kecepatan maksimum 120 mph (193 km/h). Jangkauan jarak tempuh mencapai 220 mil (354 km) tiap kali pengisian baterai lithium-ion berkapasitasa 8 kWh. Waktu pengisian baterai masih membutuhkan waktu yang cukup lama, yaitu  sekitar 6 jam dengan tegangan 120V dan 4 jam untuk tegangan 220V. Sistem dalam C1 termasuk kemampuan untuk regenerative braking, atau penggunaan energi pengereman untuk memutar gyroscope dengan efisiensi sekitar 86 persen. Harga jual C1 diperkirakan sekitar 24,000 USD, namun hingga saat ini belum ada kepastian kapan C1 dapat diproduksi secara masal[1].

Sementara C1 masih menunggu kepastian untuk dapat melakukan produksi masal, salah satu perusahaan di Cina dengan nama Linyun telah berhasil menunjukkan dua model kendaraan roda dua

dengan sistem keseimbangan gyroscope serta mendapat dana untuk menuju ke produksi masal. Dua model yang ada yaitu tipe mobil, yaitu mobil beroda dua, dan tipe sepeda motor. Tipe mobil all-wheel-steering ini memiliki ukuran panjang 4.36 m, lebar 1.39 m dan tinggi 1.22 m dengan bobot sekitar 600 kg. Dengan sistem all-wheel-steering.  Mobil ini mampu bergerak tegak lurus kearah samping. Motor dengan penggerak elektrik ini memiliki output 60 hp dengan kecepatan maksimum 120 km/h dan jangkauan tempuh sekitar 400 km (dua kali lipat jangkauan Tesla) dan dengan umur baterai 80% lebih panjang dari jenis elektrik 4 roda. Kapasitas baterai 25 kWh dengan konsumsi listrik 7 kWh per 100 km. Lama pengisian baterai masih lebih cepat yaitu 3 jam untuk sumber tegangan 220V. Tipe sepeda motor dengan pintu gunting memiliki bentuk yang hampir mirip dengan C1 dengan ukuran panjang 2.85 m, lebar 0.86 dan tinggi 1.31 m, serta bobot yang lebih ringan yaitu 220 kg. Motor listrik mampu mengeluarkan daya 30 hp dan kecepatan maksimum 100 km/h dengan kapasitas baterai yang lebih kecil yaitu 3kWh. Dengan konsumsi 3kWh per 100 km, berarti tiap 100 km kendaraan ini harus melakukan pengisian baterai. Linyun berencana memulai produksi masal di tahun 2019 atau 2020. [2].

Contoh lain pengembangan sistem keseimbangan adalah GyroCycle  yang dikembangkan oleh Thrustcycle bekerja sama dengan produsen motor listrik Zev di Amerika. Baterai lithium yang digunakan memiliki daya 8,500 W dengan jangkauan 80 mil (129 km) dan kecepatan maksimum 75 mph (121 km/h). Sistem keseimbangan yang digunakan juga menggunakan gyroscope. Produksi terbatas akan dilakukan pada tahun 2017 dengan harga dikisaran 20,000 USD [3].

Tentu saja selain perusahaan-perusahaan startup yang berusaha mengusung konsep keseimbangan tersebut, perusahaan-perusahaan besar motor bakar seperti BMW dan Honda tidak mau ketinggalan untuk mengeluarkan konsep sepeda motor dengan keseimbangan tersebut. Mengusung teknologi keseimbangan gyroscope, serta teknologi canggih lainnya seperti tampilan informasi berkendara pada kacamata, BMW masih menonjolkan desain klasik dengan frame segitiga dan mesin elektrik berbentuk mesin boxer[4]. Sedangkan produsen dari Jepang, Honda, mengusung sistem keseimbangan yang berbeda dari kompetitor lainnya. Honda membuat sistem keseimbangan dengan pengembangan teknologi UNI-CUB, yaitu moda transportasi pribadi dengan sistem keseimbangan. Prinsip kerjanya adalah menjaga keseimbangan dengan mengarahkan roda depan (steering) pada motor persis seperti jika kita mencoba menyeimbangkan sepeda motor pada kecepatan rendah, sekitar 3mph. Honda mengklaim bahwa dengan tidak menggunakan gyroscope, kemampuan sepeda motor menjadi lebih lincah dan ringan. Selain itu dengan basis dari motor NC750S milik Honda tersebut, mampu mengikuti penggunanya berjalan[5].

Konsep teknologi gyroscope sendiri bukanlah teknologi baru, akan tetapi ide untuk memberikan kenyamanan dan keamanan dengan sistem keseimbangan pada sepeda motor membuka peluang untuk pangsa pasar baru dimana akan lebih banyak lagi orang yang dapat mengendarai sepeda motor tanpa takut terjatuh. Teknologi kreatif seperti ini mendorong tidak hanya perusahaan-perusahaan besar produsen kendaraan bermotor untuk terus berinovasi, tetapi juga memberikan kesempatan bagi perusahaan-perusahaan baru untuk muncul dan menawarkan fitur-fitur menarik ke pasaran otomotif baik sepeda motor maupun kendaraan lainnya.

Kontributor : E. Byan Wahyu R., S.T., M.Eng., PhD.

Referensi

  1. Lavrinc D. (2012, May 29). Exclusive: This Is the Gyro-Stabilized, Two-Wheeled Future of Transportation. Retrieved from https://www.wired.com/2012/05/lit-motors-c1/
  2. Ning W.E. (2016, May 6). Lingyun Goes Two-wheeled At The Beijing Auto Show. Retrieved from http://www.carnewschina.com/2016/05/06/lingyun-goes-two-wheeled-at-the-beijing-auto-show/
  3. Coxworth B. (2016, November 16). Self-balancing motorbike makes a stand. Retrieved from http://newatlas.com/thrustcycle-gyrocycle/46449/
  4. Woodyard C. (2016, October 11). This BMW motorcycle balances itself. Retrieved from http://www.usatoday.com/story/money/2016/10/11/bmws-future-vision-includes-self-balancing-motorcycle/91908774/
  5. Sorokanich B. (2017, January 5). Honda Just Invented a Self-Balancing Motorcycle That Never Falls Over. Retrieved from http://www.roadandtrack.com/new-cars/car-technology/news/a32162/honda-just-invented-a-self-balancing-motorcycle-that-never-falls-over/

Published at : Updated
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close