{"id":1252,"date":"2024-05-30T17:59:10","date_gmt":"2024-05-30T10:59:10","guid":{"rendered":"https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/?p=1252"},"modified":"2024-05-30T19:40:09","modified_gmt":"2024-05-30T12:40:09","slug":"product-design-engineering-industrial-design-dan-mechanical-engineering","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/2024\/05\/30\/product-design-engineering-industrial-design-dan-mechanical-engineering\/","title":{"rendered":"Product Design Engineering, Industrial Design &amp; Mechanical Engineering"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: 12pt\"><em>Disadur dari: <\/em><\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\">Kuys, B., Usma-Alvarez, C. C., &amp; Ranscombe, C. (2014). Are you a designer or an engineer? We are both. An insight into Product Design Engineering through graduate reflection. https:\/\/dl.designresearchsociety.org\/drs-conference-papers\/drs2014\/researchpapers\/15\/<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: left\"><span style=\"font-size: 12pt\">Pertanyaan mengenai apa itu <em>Product Design Engineering<\/em> (PDE) dan apa yang dipelajari di PDE sering terdengar dari masyarakat yang mempertimbangkan ketika hendak mempelajari program pendidikan tersebut. Secara umum, <em>Product Design Engineering<\/em> dapat dikatakan program yang masih baru dibandingkan Desain Produk (<em>Product Design<\/em>) yang telah lebih dulu lahir di Indonesia. Institut Teknologi Bandung (ITB) merupakan institusi yang pertama kali menginisasi <em>Product Design<\/em> pada tahun 1973 dengan nama Studio Desain Produk Institut Teknologi Bandung [1]. Saat ini, Program Studi Desain Produk (<em>Product Design<\/em>) telah berada di bawah Fakultas Seni Rupa dan Desain di ITB. Tidak heran, masyarakat berpersepsi bahwa Program Studi Desain Produk dan sejenisnya lebih mengarah pada proses perancangan produk yang melibatkan imajinasi, konseptualisasi, pengujian, dan pengalaman pengguna. Selanjutnya, bagaimana ketika Product Design dikolaborasikan dengan Engineering.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\">Mayoritas Universitas yang memiliki program studi PDE mendefinisikannya sebagai domain pengetahuan yang mengombinasikan prinsip-prinsip engineering dan desain dalam merancang bangun produk yang berfungsi sesuai kebutuhan konsumen. Perancangan produk yang berfungsi pada dasarnya membutuhkan pemahaman ilmu-ilmu sains, teknik yang didukung oleh ilmu desain dalam membentuk estetika desain produk tersebut. Dengan demikian, ilmu-ilmu seperti sains dasar (Fisika, Kimia, Calculus, Biologi, dan lain-lain), dan ilmu teknik yang relevan (mekanika, Computer Aided Design (CAD), elektronika, dll), merupakan ilmu yang umumnya dipelajari oleh <em>Product Design Engineer<\/em>. Secara garis besar, terdapat dua disiplin ilmu yang berperan dalam PDE, yaitu <em>Industrial Design<\/em> (ID) dan <em>Mechanical Engineering<\/em> (ME). Jalinan (intertwined) terstruktur kedua kurikulum\u00a0 disiplin ilmu tersebut membentuk kompetensi insinyur (engineer) dibidang Product Design Engineering dengan\u00a0 memahami bagaimana mengaplikasikan teori-teori teknik untuk membuat produk [2]. Product Design Engineering di <em>Swinburne University of Technology<\/em>, <em>Melbourne, Australia<\/em> dapat menjadi contoh bagaimana jalinan antara ID dan ME seperti yang dideskripsikan oleh Kuys, Usma-Alvarez &amp; Ranscombe (2014).\u00a0 kurikulum BEng (Hons) di Swinburne University of Technology tersebut menyediakan mata kuliah studio berbasis proyek yang terhubung dengan mata kuliah\u00a0 <em>Thermo-Fluid System<\/em> pada semester yang sama. Contoh proyek dalam mata kuliah studio tersebut adalah mahasiswa merancang sistem refrigerasi portable dengan mengaplikasikan prinsip-prinsip yang dipelajari dalam mata kuliahnya. Berdasarkan satu contoh tersebut, posisi PDE dengan ID dan ME dapat divisualisasikan pada Gambar 1\u00a0 [2].<\/span><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><span style=\"font-size: 12pt\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1254 aligncenter\" src=\"http:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/05\/PDE-ID-ME-640x404.png\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"404\" srcset=\"https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/05\/PDE-ID-ME-640x404.png 640w, https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/05\/PDE-ID-ME-480x303.png 480w, https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/05\/PDE-ID-ME-768x484.png 768w, https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/05\/PDE-ID-ME.png 812w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/>Gambar 1.Posisi PDE terhadap domain teknologi dan budaya [2]<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\">Gambar 1 menunjukkan peran PDE sebagai moderasi antara domain ID yang mewakili dunia budaya (vertical) dan ME yang mewakili dunia teknologi (horizontal). Visualisasi gambar 1 tersebut juga mengindikasikan bahwa ME menitikberatkan pada fungsi dan performa produk dengan mengantisipasi persiapan untuk proses produksi. Disamping itu, ID secara intensif memprioritaskan pola pikir desain produk berikut komunikasi desain produk tersebut (melalui estetika eksterior dan interior). Dengan demikian Product Design Engineer dibentuk melalui jalinan minimal dua domain tersebut yang menghasilkan kompetensi\u00a0 PDE yang memiliki pola pikir desain industri dengan mengaplikasikan teori-teori engineering (seperti teknik mesin) untuk menghasilkan desain produk yang berfungsi optimal.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\">SDG: 9 Industry Innovation and Infrastructure.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 12pt\"><strong>Referensi<\/strong><\/span><\/p>\n<ol>\n<li><span style=\"font-size: 12pt\">Kartasubarna &amp; Muchtar (1983). Pendidikan Tinggi Seni Rupa di Indonesia. Institut Teknologi Bandung.<\/span><\/li>\n<li><span style=\"font-size: 12pt\">Kuys, B., Usma-Alvarez, C. C., &amp; Ranscombe, C. (2014). Are you a designer or an engineer? We are both. An insight into Product Design Engineering through graduate reflection. https:\/\/dl.designresearchsociety.org\/drs-conference-papers\/drs2014\/researchpapers\/15\/<\/span><\/li>\n<\/ol>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Disadur dari: Kuys, B., Usma-Alvarez, C. C., &amp; Ranscombe, C. (2014). Are you a designer or an engineer? We are both. An insight into Product Design Engineering through graduate reflection. https:\/\/dl.designresearchsociety.org\/drs-conference-papers\/drs2014\/researchpapers\/15\/ Pertanyaan mengenai apa itu Product Design Engineering (PDE) dan apa yang dipelajari di PDE sering terdengar dari masyarakat yang mempertimbangkan ketika hendak mempelajari program [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":1253,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-1252","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"featured_image":{"phone":"https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/05\/stephen-andrews-xH5ZGAeH1kU-unsplash-480x320.jpg","tablet":"https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2024\/05\/stephen-andrews-xH5ZGAeH1kU-unsplash-768x513.jpg"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1252"}],"collection":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1252"}],"version-history":[{"count":10,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1252\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1262,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1252\/revisions\/1262"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1253"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1252"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1252"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/product-design-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1252"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}