{"id":1528,"date":"2025-03-07T09:26:17","date_gmt":"2025-03-07T02:26:17","guid":{"rendered":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/?p=1528"},"modified":"2025-03-07T09:26:26","modified_gmt":"2025-03-07T02:26:26","slug":"budo%ef%bc%88%e6%ad%a6%e9%81%93%ef%bc%89-seni-memperkokoh-hati-di-balik-gerakan-bela-diri","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/2025\/03\/07\/budo%ef%bc%88%e6%ad%a6%e9%81%93%ef%bc%89-seni-memperkokoh-hati-di-balik-gerakan-bela-diri\/","title":{"rendered":"Budo\uff08\u6b66\u9053\uff09: Seni Memperkokoh Hati di Balik Gerakan Bela Diri"},"content":{"rendered":"<p>Setiap negara memiliki hal-hal tradisional dalam tubuh mereka, termasuk salah satunya adalah bela diri. Seperti Indonesia memiliki bela diri tradisional seperti pencak silat, atau negara China yang memiliki <em>Kung-Fu<\/em>, Jepang juga memiliki beberapa bela diri tradisional. Bela diri tradisional Jepang disebut dengan <em>Budo<\/em>\uff08\u6b66\u9053\uff09.<\/p>\n<p>\u6b66\u9053(<em>Budo<\/em>) adalah sebutan untuk beladiri tradisional Jepang. Menurut \u65e5\u672c\u6b66\u9053\u5354\u8b70\u4f1a(\u306b\u307b\u3093\u3076\u3069\u3046\u304d\u3087\u3046\u304e\u304b\u3044) <em>atau Japanese Budo Association<\/em>, <em>Budo<\/em> adalah sarana penyatuan pikiran dan teknik. <em>Budo<\/em> juga merupakan cara untuk pengembangan latihan fisik dan jiwa Secara huruf, <em>Budo<\/em> terdiri dari kanji \u201c\u6b66\u201d (Bu atau Takeshi) yang berarti militer\/ksatria dan kanji \u201c\u9053\u201d (Dou atau michi) yang berarti jalan. Jadi \u201c\u6b66\u9053\u201d (<em>Budo<\/em>) bisa diartikan sebagai \u201cJalan Ksatria\u201d. Dalam <em>budo<\/em>, yang dilatih adalah perilaku, tubuh, pikiran dan Teknik. <em>Budo<\/em> itu sendiri merupakan pengembangan dari \u201c\u6b66\u8853\u201d (<em>Bujutsu<\/em>) yang diperkenalkan oleh kaum <em>bushi<\/em> atau <em>samurai<\/em>. Bela-diri tersebut kemudian dijadikan olahraga saat westernisasi pada zaman <em>meiji<\/em> (1868-1912). Sekarang ini, <em>Budo<\/em> telah dikenal dan diminati juga oleh orang-orang dari luar Jepang.<\/p>\n<p><em>Budo<\/em> memiliki 5 karakteristik, antara lain:<\/p>\n<p>\uff11\uff0e\u6b66\u8853\u6027 (Bu-jutsu-sei): karakteristik untuk mengalahlan lawan dalam pertarungan. Konsep paling dasar berkaitan dengan ini adalah sepeeti apa yang dikemukan oleh <em>Odegiri Ichiun<\/em> yang menyebutkan <em>Chikushou Heihou<\/em>, yang secara singkat dapat diartikan \u2019letakkan musuh-musuhmu di bawah kontrolmu.<\/p>\n<p>\uff12\uff0e\u5b97\u6559\u6027 (Shuu-Kyou-Sei): kandungan nilai-nilai keagaman dalam budou. Hal ini tercermin dalam demontrasi pertarungan para perayaan-perayaan kegamaan tertentu di Jepang yang diartikan sebagai penghormatan atau penghargaan terhadap kekauatan yang menyelubungi dunia. Seperti yang diungkapkan oleh<em> Yanagita Kunia<\/em>:\u201d <em>sumo was activity used to ascertain just how much divine assistance was imparted to each wrestler<\/em>\u201d<\/p>\n<p>\uff13\uff0e\u82b8\u9053\u6027 (Gei-Dou-Sei): diinterpretasian sebagai jalan dalam seni pencarian seseorang untuk memulai atau mengakhiri sesuatu. Hal ini didasarkan dari kata <em>gei<\/em> yang berarti seni, penggunaan seluruh atau sebagian tubuh untuk menghasilkan suatu nilai budaya dan <em>do<\/em> yang berarti jalan.<\/p>\n<p>\uff14\uff0e\u6559\u80b2\u6027 (Kyou-Iku-Sei): Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam budou. Sebagaimana ditunjukkan oleh Bushido, tempaan moralitas, kesetiaan, daya tahan, dan kesabaran serta tanggung jawab menjadi nilai mutlak seorang pebela diri. Dan hal ini pasti lahir dari tempaan pendidikan atau melalui latihan pengajaran yang panjang dalam <em>budo<\/em>. Artinya adalah adanya usaha sadar seseorang untuk memperbaiki diri yang merupakan cirri utama pendidikan.<\/p>\n<p>\uff15\uff0e\u7af6\u6280\u6027 (Kyou-Gi-Sei): karakter untuk mempu bersaing dengan orang lain. Karakter ini tentu saja berkaitan dengan kemampuan akan pengenalan diri dan lawan serta lingkungan yang baik.<\/p>\n<p>Karakteristik dari <em>Budo<\/em> itu sendiri hanya ada satu dari lima yang membicarakan tentang pertarungan. Selebihnya, adalah nilai-nilai moral, pendidikan dan keagamaan. Menandakan bahwa <em>budo<\/em> bukanlah bela diri yang diciptakan hanya untuk memperkuat tubuh dan kemampuan berkelahi, tapi juga membangun mental, hati dan moral para pelakunya.<\/p>\n<p><em>Budo<\/em> memiliki banyak cabang, yang terkenal antara lain:<\/p>\n<ol>\n<li><em>Kendo<\/em> (\u5263\u9053)<\/li>\n<\/ol>\n<p><em>Kendo<\/em> adalah salah satu cabang budo yang cukup populer saat ini. <em>Kendo<\/em> berdasarkan pada teknik berpedang samurai dengan menggunakan katana. Saat ini, <em>kendo<\/em> menggunakan shinai, sebuah pedang bambu, untuk mengganti katana. <em>Kendo<\/em> pernah dilarang setelah perang dunia kedua di Jepang karena hubungannya dengan militer. Namun pada tahun 1950an, <em>Kendo<\/em> mulai dibangkitkan kembali sebagai olahraga. Sekarang, <em>Kendo<\/em> merupakan sarana pembelajaran Budo yang paling berkembang di Jepang dan mulai merambah ke seluruh dunia. <em>Kendoka<\/em> menggunakan shinai untuk senjata dan menggunakan kougi serta hakama untuk seragamnya. Pelindung saat melakukan <em>kendo<\/em> bernama <em>bougu<\/em> yang terdiri dari <em>men, kote, do<\/em> dan <em>tare<\/em>. Sasaran yang boleh diserang dalam <em>kendo<\/em> adalah <em>men <\/em>(kepala), <em>kote<\/em> (tangan), <em>do<\/em> (pinggang\/perut) dan <em>tsuki<\/em> (leher).<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1532 aligncenter\" src=\"http:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/03\/Picture1.jpg\" alt=\"\" width=\"455\" height=\"303\" srcset=\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/03\/Picture1.jpg 489w, https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/03\/Picture1-480x320.jpg 480w\" sizes=\"(max-width: 455px) 100vw, 455px\" \/><\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><em>Sumo<\/em> (\u76f8\u64b2)<\/li>\n<\/ol>\n<p><em>Sumo<\/em> adalah gulat tradisional\u00a0 Jepang. Pada zaman Nara dan Heian, <em>Sumo<\/em> diselenggarakan di depan bangsawan kerajaan sebagai sebuah ritual yang disebut <em>sumai-no-sechi<\/em>. <em>Sumo<\/em> tidak memiliki teknik2 khusus saat ini, dan terlihat seperti pertandingan bela diri campuran. Yang terpenting adalah bisa menjatuhkan lawan atau mengeluarkan lawan dari arena.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1531 aligncenter\" src=\"http:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/03\/Picture2.jpg\" alt=\"\" width=\"344\" height=\"283\" \/><\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><em>Karatedo<\/em> (\u7a7a\u624b\u9053)<\/li>\n<\/ol>\n<p><em>Karate<\/em> merupakan salah satu cabang Budo yang paling terkenal di dunia. <em>Karate<\/em> mengajarkan empati dan pengembangan moral melalui latihan fisik. <em>Karateka<\/em> diajarkan \u00a0betapa pentingnya tidak menyakiti orang lain, serta hormat terhadap lawan atau partner latihan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1530 aligncenter\" src=\"http:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/03\/Picture3.jpg\" alt=\"\" width=\"603\" height=\"339\" srcset=\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/03\/Picture3.jpg 603w, https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/03\/Picture3-480x270.jpg 480w\" sizes=\"(max-width: 603px) 100vw, 603px\" \/><\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><em>Aikido<\/em> (\u5408\u6c17\u9053)<\/li>\n<\/ol>\n<p><em>Aikido<\/em> merupakan salah satu cabang budo yang tidak memiliki teknik yang aktif menyerang. Inti dari <em>aikido<\/em> adalah bersatu dengan ki yang mengalir pada setiap individu. Dalam <em>aikido<\/em> diajarkan untuk memanfaatkan tenaga lawan daripada melawan balik dengan tenaga lagi. Gerakan pada <em>aikido<\/em> berdasar pada lingkaran, aliran dan gerakan. Dengan gerakan itu, memungkinkan <em>aikidoka<\/em> untuk bertahan dari serangan lawan tidak peduli besar dan kekuatan lawan.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-medium wp-image-1529 aligncenter\" src=\"http:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/03\/Picture4-640x324.png\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"324\" srcset=\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/03\/Picture4-640x324.png 640w, https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/03\/Picture4-480x243.png 480w, https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/03\/Picture4.png 670w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/p>\n<p>Keywords: Budo, Jepang, martial arts, bela diri, moral<\/p>\n<p>SDG: <label for=\"sdg_number3\">3 - Good Health and Well-being.<\/label><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Setiap negara memiliki hal-hal tradisional dalam tubuh mereka, termasuk salah satunya adalah bela diri. Seperti Indonesia memiliki bela diri tradisional seperti pencak silat, atau negara China yang memiliki Kung-Fu, Jepang juga memiliki beberapa bela diri tradisional. Bela diri tradisional Jepang disebut dengan Budo\uff08\u6b66\u9053\uff09. \u6b66\u9053(Budo) adalah sebutan untuk beladiri tradisional Jepang. Menurut \u65e5\u672c\u6b66\u9053\u5354\u8b70\u4f1a(\u306b\u307b\u3093\u3076\u3069\u3046\u304d\u3087\u3046\u304e\u304b\u3044) atau Japanese Budo [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":1532,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-1528","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"featured_image":{"phone":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/03\/Picture1-480x320.jpg","tablet":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/03\/Picture1.jpg"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Budo\uff08\u6b66\u9053\uff09: Seni Memperkokoh Hati di Balik Gerakan Bela Diri - Business Engineering<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/2025\/03\/07\/budo\uff08\u6b66\u9053\uff09-seni-memperkokoh-hati-di-balik-gerakan-bela-diri\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Budo\uff08\u6b66\u9053\uff09: Seni Memperkokoh Hati di Balik Gerakan Bela Diri - Business Engineering\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Setiap negara memiliki hal-hal tradisional dalam tubuh mereka, termasuk salah satunya adalah bela diri. Seperti Indonesia memiliki bela diri tradisional seperti pencak silat, atau negara China yang memiliki Kung-Fu, Jepang juga memiliki beberapa bela diri tradisional. Bela diri tradisional Jepang disebut dengan Budo\uff08\u6b66\u9053\uff09. \u6b66\u9053(Budo) adalah sebutan untuk beladiri tradisional Jepang. Menurut \u65e5\u672c\u6b66\u9053\u5354\u8b70\u4f1a(\u306b\u307b\u3093\u3076\u3069\u3046\u304d\u3087\u3046\u304e\u304b\u3044) atau Japanese Budo [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/2025\/03\/07\/budo\uff08\u6b66\u9053\uff09-seni-memperkokoh-hati-di-balik-gerakan-bela-diri\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Business Engineering\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-03-07T02:26:17+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-03-07T02:26:26+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/03\/Picture1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"489\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"326\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/#website\",\"url\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/\",\"name\":\"Business Engineering\",\"description\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/2025\/03\/07\/budo%ef%bc%88%e6%ad%a6%e9%81%93%ef%bc%89-seni-memperkokoh-hati-di-balik-gerakan-bela-diri\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/03\/Picture1.jpg\",\"width\":489,\"height\":326},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/2025\/03\/07\/budo%ef%bc%88%e6%ad%a6%e9%81%93%ef%bc%89-seni-memperkokoh-hati-di-balik-gerakan-bela-diri\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/2025\/03\/07\/budo%ef%bc%88%e6%ad%a6%e9%81%93%ef%bc%89-seni-memperkokoh-hati-di-balik-gerakan-bela-diri\/\",\"name\":\"Budo\\uff08\\u6b66\\u9053\\uff09: Seni Memperkokoh Hati di Balik Gerakan Bela Diri - Business Engineering\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/2025\/03\/07\/budo%ef%bc%88%e6%ad%a6%e9%81%93%ef%bc%89-seni-memperkokoh-hati-di-balik-gerakan-bela-diri\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-03-07T02:26:17+00:00\",\"dateModified\":\"2025-03-07T02:26:26+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/#\/schema\/person\/9f66f936705b3e1d964f9aec06498d68\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/2025\/03\/07\/budo%ef%bc%88%e6%ad%a6%e9%81%93%ef%bc%89-seni-memperkokoh-hati-di-balik-gerakan-bela-diri\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/#\/schema\/person\/9f66f936705b3e1d964f9aec06498d68\",\"name\":\"businesseng\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/284a05a54bbe589b01d4450d3fccc4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"businesseng\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1528"}],"collection":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1528"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1528\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1533,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1528\/revisions\/1533"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1532"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1528"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1528"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1528"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}