{"id":1475,"date":"2025-02-17T10:25:10","date_gmt":"2025-02-17T03:25:10","guid":{"rendered":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/?p=1475"},"modified":"2025-02-17T10:25:21","modified_gmt":"2025-02-17T03:25:21","slug":"ringisei-%e7%a8%9f%e8%ad%b0%e5%88%b6-sistem-pengambilan-keputusan-pada-perusahaan-jepang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/2025\/02\/17\/ringisei-%e7%a8%9f%e8%ad%b0%e5%88%b6-sistem-pengambilan-keputusan-pada-perusahaan-jepang\/","title":{"rendered":"Ringisei (\u7a1f\u8b70\u5236): Sistem Pengambilan Keputusan Pada Perusahaan Jepang"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1476 aligncenter\" src=\"http:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/02\/Picture1.jpg\" alt=\"\" width=\"375\" height=\"250\" srcset=\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/02\/Picture1.jpg 567w, https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/02\/Picture1-480x320.jpg 480w\" sizes=\"(max-width: 375px) 100vw, 375px\" \/><\/p>\n<p>Pada perusahaan Jepang, sebuah keputusan penting biasanya harus melalui sebuah sistem yang disebut dengan <em>Ringi<\/em> (\u7a1f\u8b70\u5236). Keputusan penting ini biasanya mengenai hal-hal yang melibatkan finansial atau keputusan penting organisasi. Pada dasarnya sistem seperti ini mirip dengan sistem \u201cproposal\u201d dalam kebanyakan perusahaan-perusahaan sekarang. Sedikit pembedanya adalah, pada sistem <em>Ringi<\/em>, untuk dapat mencapai rapat final, harus melalui beberapa prosedur termasuk persetujuan dari para manajer sesuai dengan hierarki pada perusahaan tersebut.<\/p>\n<p>Sejarah <em>Ringisei<\/em> bisa dibilang cukup baru. Pada zaman Meiji, pihak asing berhasil masuk setelah Jepang menerapkan kebijakan isolasi dan mempengaruhi segala aspek dalam kehidupan masyarakat Jepang, salah satunya adalah sistem administrasi bisnis gaya barat. Jepang sebelumnya sudah memiliki sebuah sistem bisnis yang disebut dengan <em>Jigyou-ikka <\/em>(\u4e8b\u696d\u4e00\u5bb6) yang berarti \u201cbisnis keluarga\u201d. <em>Jigyou-ikka<\/em> adalah model bisnis Dimana perusahaan dianggap sebagai keluarga, dimana para anggotanya dianggap sebagai bagian dari keluarga dan bekerja sama dengan tujuan mencapai kesuksesan bersama. Namun tentu saja, pada zaman itu, keluarga di Jepang memiliki hierarki yang begitu jelas yaitu kepala keluarga pastinya menduduki kedudukan tertinggi dan anak sulung laki-laki juga memiliki posisi yang tinggi. Model bisnis barat yang masuk kemudian berasimilasi dengan model bisnis <em>Jigyou-ikka<\/em> ini yang kemudian pada akhirnya membentuk <em>Ringisei<\/em>.<\/p>\n<p>Karena <em>RIngisei<\/em> ini berfokus pada hierarki, maka proses pengajuannya-pun memiliki alur yang jelas.<br \/>\nPegawai biasa mengusulkan proposal dan mengumpulkannya bersamaan dengan <em>Ringisho<\/em> (formulir <em>Ringi<\/em>) \u00e0 <em>Ringisho<\/em> kemudian menyebar di kalangan para manajer \u00e0 Para manajer yang terlibat akan memberika stempel jika mereka memutuskan untuk menyetujuinya \u00e0 memberikannya ke pihak yang lebih tinggi kedudukannya \u00e0 secara resmi dibicarakan pada rapat akhir<br \/>\nJadi setelah melewati berbagai prosedur, proposal belum tentu disetujuia karena pada akhirnya keputusan akan ditetapkan pada rapat akhir. Apa yang tertulis pada <em>Ringisho<\/em> sangatlah terkontrol baik itu isinya, maupun urutan penulisannya. Sangatlah penting untuk mendapat persetujuan dari para manajer untuk pada akhirnya dibicarakan pada rapat akhir.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1477 aligncenter\" src=\"http:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/02\/Picture2-1.png\" alt=\"\" width=\"396\" height=\"554\" \/><\/p>\n<p>Meskipun sistem ini memiliki beberapa kelebihan seperti pelaksanaan demokrasi dan penerimaan ide dari pegawai biasa, sistem ini juga memiliki kekurangan. Kekurangan yang paling menonjol adalah bagaimana sistem ini melibatkan begitu banyak pihak, sehingga menyebabkan proses pengambilan keputusan yang begitu lama.<\/p>\n<p>Keyword: Japanese business, Japanese culture, business culture, ringi, hierarki<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada perusahaan Jepang, sebuah keputusan penting biasanya harus melalui sebuah sistem yang disebut dengan Ringi (\u7a1f\u8b70\u5236). Keputusan penting ini biasanya mengenai hal-hal yang melibatkan finansial atau keputusan penting organisasi. Pada dasarnya sistem seperti ini mirip dengan sistem \u201cproposal\u201d dalam kebanyakan perusahaan-perusahaan sekarang. Sedikit pembedanya adalah, pada sistem Ringi, untuk dapat mencapai rapat final, harus melalui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":10,"featured_media":1476,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-1475","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-articles"],"featured_image":{"phone":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/02\/Picture1-480x320.jpg","tablet":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/02\/Picture1.jpg"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v14.4.1 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Ringisei (\u7a1f\u8b70\u5236): Sistem Pengambilan Keputusan Pada Perusahaan Jepang - Business Engineering<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow\" \/>\n<meta name=\"googlebot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<meta name=\"bingbot\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/2025\/02\/17\/ringisei-\u7a1f\u8b70\u5236-sistem-pengambilan-keputusan-pada-perusahaan-jepang\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ringisei (\u7a1f\u8b70\u5236): Sistem Pengambilan Keputusan Pada Perusahaan Jepang - Business Engineering\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Pada perusahaan Jepang, sebuah keputusan penting biasanya harus melalui sebuah sistem yang disebut dengan Ringi (\u7a1f\u8b70\u5236). Keputusan penting ini biasanya mengenai hal-hal yang melibatkan finansial atau keputusan penting organisasi. Pada dasarnya sistem seperti ini mirip dengan sistem \u201cproposal\u201d dalam kebanyakan perusahaan-perusahaan sekarang. Sedikit pembedanya adalah, pada sistem Ringi, untuk dapat mencapai rapat final, harus melalui [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/2025\/02\/17\/ringisei-\u7a1f\u8b70\u5236-sistem-pengambilan-keputusan-pada-perusahaan-jepang\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Business Engineering\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-02-17T03:25:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-02-17T03:25:21+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/02\/Picture1.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"567\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"378\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/#website\",\"url\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/\",\"name\":\"Business Engineering\",\"description\":\"BINUS UNIVERSITY\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/?s={search_term_string}\",\"query-input\":\"required name=search_term_string\"}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/2025\/02\/17\/ringisei-%e7%a8%9f%e8%ad%b0%e5%88%b6-sistem-pengambilan-keputusan-pada-perusahaan-jepang\/#primaryimage\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/4\/2025\/02\/Picture1.jpg\",\"width\":567,\"height\":378},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/2025\/02\/17\/ringisei-%e7%a8%9f%e8%ad%b0%e5%88%b6-sistem-pengambilan-keputusan-pada-perusahaan-jepang\/#webpage\",\"url\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/2025\/02\/17\/ringisei-%e7%a8%9f%e8%ad%b0%e5%88%b6-sistem-pengambilan-keputusan-pada-perusahaan-jepang\/\",\"name\":\"Ringisei (\\u7a1f\\u8b70\\u5236): Sistem Pengambilan Keputusan Pada Perusahaan Jepang - Business Engineering\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/2025\/02\/17\/ringisei-%e7%a8%9f%e8%ad%b0%e5%88%b6-sistem-pengambilan-keputusan-pada-perusahaan-jepang\/#primaryimage\"},\"datePublished\":\"2025-02-17T03:25:10+00:00\",\"dateModified\":\"2025-02-17T03:25:21+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/#\/schema\/person\/9f66f936705b3e1d964f9aec06498d68\"},\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/2025\/02\/17\/ringisei-%e7%a8%9f%e8%ad%b0%e5%88%b6-sistem-pengambilan-keputusan-pada-perusahaan-jepang\/\"]}]},{\"@type\":[\"Person\"],\"@id\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/#\/schema\/person\/9f66f936705b3e1d964f9aec06498d68\",\"name\":\"businesseng\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"@id\":\"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/#personlogo\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/284a05a54bbe589b01d4450d3fccc4b9?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"businesseng\"}}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1475"}],"collection":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/users\/10"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1475"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1475\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1478,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1475\/revisions\/1478"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1476"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1475"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1475"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/business-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1475"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}