{"id":2080,"date":"2025-05-02T14:53:04","date_gmt":"2025-05-02T07:53:04","guid":{"rendered":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/?p=2080"},"modified":"2025-05-02T14:53:23","modified_gmt":"2025-05-02T07:53:23","slug":"canggihnya-smartphone-berujung-pada-putusnya-interaksi-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/2025\/05\/02\/canggihnya-smartphone-berujung-pada-putusnya-interaksi-sosial\/","title":{"rendered":"Canggihnya Smartphone Berujung pada Putusnya Interaksi Sosial"},"content":{"rendered":"<p>Tahukah kalian kalau rata-rata dari perusahaan-perusahaan <em>smartphone<\/em> ternama harus mengeluarkan model terbarunya setahun sekali? Hal ini dilakukan karena tingginya permintaan masyarakat akan <em>smartphone <\/em>yang lebih canggih. Ya! Kalian semuanya pasti sudah tidak asing dengan apa itu <em>smartphone<\/em>. Si kecil yang serba bisa ini sudah sangatlah populer di kalangan masyarakat sekarang sehingga tidak heran jika hampir 90 persen penduduk Indonesia punya si kecil yang satu ini. Lalu, memangnya apa saja sih yang dikembangkan sampai-sampai sering adanya perilisan model-model yang lebih baru? Umumnya, banyak fitur-fitur baik yang baru maupun yang ditingkatkan baik seperti kamera, kapasitas memori, dan lain sebagainya. Namun tidak jarang selain penambahan fitur, <em>smartphone<\/em> mengalami peningkatan pada bagian prosesor. Ya! Tahukah kalian kalau prosesor yang bertingkah sebagai otak dari <em>smartphone<\/em> itu sendiri juga harus mengalami perkembangan untuk memenuhi kebutuhannya sampai ke titik yang serba bisa ini.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2081 aligncenter\" src=\"http:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/Picture1.jpg\" alt=\"\" width=\"312\" height=\"208\" \/><\/p>\n<p>Semuanya diawali dengan pembuatan prosesor untuk <em>smartphone<\/em> pertama dimana dikembangkan mulai tahun 1990-an. Hal ini adalah tahun dimana manusia berhasil menginstalasikan prosesor dengan tipe <em>single<\/em> <em>core<\/em> pada <em>smartphone<\/em>. Core ini sendiri adalah pusat dari pemprosesan data-data yang baik diterima atau perintah yang harus dijalankan. Dengan kecepatan <em>clock<\/em> 500 MHZ sampai 1 GHZ dan penggunaan jaringan 1G saja, Single Core cenderung masih memiliki fitur-fitur yang terbatas dan kecepatan yang cukup lambat. <em>Single<\/em> <em>Core<\/em> ini sendiri memiliki beberapa jenis arsitektur dan salah satu yang paling popular adalah arsitektur ARM (<em>Acorn<\/em> RISC <em>Machine<\/em>). Instalasi ARM Single Core ini sendiri memungkinkan penggunanya untuk melakukan pesan teks dan <em>game<\/em> yang bersifat offline pada <em>smartphone<\/em>. Tidak hanya itu, PDA (<em>Personal<\/em> <em>Digital<\/em> <em>Assistant<\/em>) yang digunakan juga mulai berkembang dengan adanya reminder dan sebagainya. Beberapa merek yang umumnya menggunakan prosesor ini adalah merek lama seperti <em>nokia<\/em>, <em>blackberry<\/em>, dan <em>Motorola<\/em>.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-2082 aligncenter\" src=\"http:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/Picture2-640x275.png\" alt=\"\" width=\"540\" height=\"232\" srcset=\"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/Picture2-640x275.png 640w, https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/Picture2-480x206.png 480w, https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/Picture2.png 650w\" sizes=\"(max-width: 540px) 100vw, 540px\" \/><\/p>\n<p>Namun karena manusia ingin prosesor bekerja lebih efesien, kemudian mulai akhir tahun 2000 dikembangkan penggunaan <em>multicore<\/em> pada prosesor. Fungsi dari penggunaan lebih dari satu core pada sebuah prosesor sendiri adalah untuk meningkatkan performa dari <em>smartphone<\/em>. Selain itu, dengan <em>multicore<\/em> pada prosesor memungkinkan kita untuk melakukan <em>multitasking<\/em> pada <em>smartphone<\/em>, bermain <em>game<\/em> <em>online<\/em>, dan bahkan melakukan <em>streaming<\/em>. Selain itu, penambahan core pada akhirnya bisa mendukung penggunaan jaringan 2G dan 3G serta memiliki kecepatan clock berkisar 1,2 GHZ sampai 3.2 GHZ. Meskipun penambahan core berujung pada penambahan performa yang begitu pesat, penggunaan baterai dari <em>smartphone<\/em> itu sendiri semakin tinggi dan tak jarang menyebabkan baterai lebih cepat panas. Pengembangan jumlah core ini dilakukan cukup lama dimana diawali dengan DualCore (2) sampai yang terbaru Dekacore (10). Mulai awal tahun 2010, pengembangan prosesor mulai difokuskan bukan hanya pada penambahan jumlah core melainkan untuk menyokong penggunaan AI (<em>Artificial<\/em> <em>Inteligent<\/em>) pada <em>smartphone<\/em> dan berujung pada penciptaan arsitektur jenis baru yakni AI <em>Engine<\/em> <em>Processor<\/em>. Dengan performa yang sudah cukup baik, kini ponsel dilengkapi dengan AI yang membuatnya dapat menjawab berpikir dan membantu penggunanya menyelesaikan masalahnya. Dengan dukungan pada jaringan 4G dan 5G, performa dari processor ini sangatlah tinggi dan meminimalisir adanya framing dan lagging pada smartphone.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-2083 aligncenter\" src=\"http:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/Picture3.jpg\" alt=\"\" width=\"331\" height=\"199\" \/><\/p>\n<p>Lalu, kalian pasti bertanya tanya apa hubungan dari adanya perkembangan prosesor dengan runtuhnya Interaksi sosial di masyarakat itu sendiri. Jawaban dari pertanyaan ini sebenarnya cukup sederhana dimana perkembangan prosesor menyebabkan perkembangan dari <em>smartphone<\/em> itu sendiri. Hal ini otomatis berujung dengan adanya fitur-fitur baru yang bisa mencegah adanya interaksi sosial. Sebagai contoh, dengan adanya <em>core<\/em> <em>processor<\/em> maka permainan <em>game<\/em> <em>online<\/em> bukanlah menjadi hal yang mustahil lagi. Hal ini berujung dengan banyaknya anak-anak zaman sekarang yang lebih senang memainkan ponselnya dibandingkan bermain bersama temannya. Tidak hanya itu, perkembangan penggunaan AI <em>Engine<\/em> <em>Processor<\/em> membuat kita bisa bertanya dan berkomunikasi dengan mudah ke <em>smartphone<\/em> kita. Tidak jarang orang orang lebih memilih untuk berbicara dengan <em>smartphone<\/em>-nya lewat teknologi AI ini dibandingkan harus keluar ruangan untuk berbicara dengan orang yang asli.<\/p>\n<p>Kehadiran <em>smartphone<\/em> juga menjadi sebuah candu sendiri yang pada akhirnya membuat kita jadi lebih tidak memperhatikan sesama kita apabila sudah fokus pada <em>smartphone<\/em> yang ada didepan kita. Hal ini tentunya berdampak besar komunitas dalam berinteraksi dengan sesamanya. Belum lagi, perkembangan prosesor masih tidak berhenti sampai di sana. Sekarang sudah ada isu isu tentang adanya <em>metaverse<\/em> dimana mau menggabungkan dunia virtual dengan realita. Hal ini masih belum dapat tercapai karena belum memadainya kemampuan prosesor yang ada sekarang. Namun dengan melihat perkembangan prosesor yang begitu cepat, hal ini tentunya tidak mustahil dengan waktu dan pada akhirnya bisa menjadi batu sandungan untuk kehancuran interaksi sosial manusia.<\/p>\n<p>Karena itu, mari kita turunkan ponsel kita sejenak dan mulailah berbicara dengan orang terdekat yang ada disebelah kalian. Jangan sampai karena asyiknya dunia kalian di ponsel sampai membuat kalian lupa dunia dimana kalian berpijak!<\/p>\n<p>Referensi<\/p>\n<ol>\n<li><a href=\"http:\/\/118.98.166.64\/bukuteks\/assets\/uploads\/pdf\/INFORMATIKA-BS-KLS_X_Rev.pdf\">http:\/\/118.98.166.64\/bukuteks\/assets\/uploads\/pdf\/INFORMATIKA-BS-KLS_X_Rev.pdf<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/sulselprov.go.id\/welcome\/post\/dampak-teknologi-terhadap-kehidupan-sosial-masyarakat\">https:\/\/sulselprov.go.id\/welcome\/post\/dampak-teknologi-terhadap-kehidupan-sosial-masyarakat<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/diskominfo.tanjabtimkab.go.id\/artikel\/detail\/8\/perkembangan-teknologi-prosesor\">https:\/\/diskominfo.tanjabtimkab.go.id\/artikel\/detail\/8\/perkembangan-teknologi-prosesor<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/rifqimulyawan.com\/blog\/pengertian-processor\/\">https:\/\/rifqimulyawan.com\/blog\/pengertian-processor\/<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.trentech.id\/sejarah-perkembangan-aplikasi-chat-di-seluruh-dunia\/\">https:\/\/www.trentech.id\/sejarah-perkembangan-aplikasi-chat-di-seluruh-dunia\/<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/uici.ac.id\/ini-sejarah-perkembangan-komputer-dari-generasi-ke-generasi\/\">https:\/\/uici.ac.id\/ini-sejarah-perkembangan-komputer-dari-generasi-ke-generasi\/<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/01\/18\/100000469\/siapa-yang-mengirim-email-pertama?page=all\">https:\/\/www.kompas.com\/skola\/read\/2020\/01\/18\/100000469\/siapa-yang-mengirim-email-pertama?page=all<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/repository.ar-raniry.ac.id\/id\/eprint\/2657\/1\/susi%20arifia%20fitri.pdf\">https:\/\/repository.ar-raniry.ac.id\/id\/eprint\/2657\/1\/susi%20arifia%20fitri.pdf<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/etheses.iainkediri.ac.id\/133\/3\/7.%20%20%20%20%20BAB%20II.pdf\">https:\/\/etheses.iainkediri.ac.id\/133\/3\/7.%20%20%20%20%20BAB%20II.pdf<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/gadget.jagatreview.com\/2022\/10\/apa-kabar-vr-di-smartphone\/\">https:\/\/gadget.jagatreview.com\/2022\/10\/apa-kabar-vr-di-smartphone\/<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/graduate.binus.ac.id\/2022\/07\/29\/metaverse-adalah-realitas-virtual-yang-ramai-dibicarakan-seperti-apa-itu\/\">https:\/\/graduate.binus.ac.id\/2022\/07\/29\/metaverse-adalah-realitas-virtual-yang-ramai-dibicarakan-seperti-apa-itu\/<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/kumparan.com\/2211101028\/perkembangan-chipset-di-smartphone-1zXobbut8im\/full\">https:\/\/kumparan.com\/2211101028\/perkembangan-chipset-di-smartphone-1zXobbut8im\/full<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/medium.com\/@muhammad_aiyub\/evolution-of-microprocessor-mobile-edcc0a28fcab\">https:\/\/medium.com\/@muhammad_aiyub\/evolution-of-microprocessor-mobile-edcc0a28fcab<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/blogs.windows.com\/devices\/2012\/09\/19\/circuit-training-the-amazing-evolution-of-smartphone-processors\/\">https:\/\/blogs.windows.com\/devices\/2012\/09\/19\/circuit-training-the-amazing-evolution-of-smartphone-processors\/<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/pcsite.co.uk\/the-role-of-processors-in-the-evolution-of-smartphones\/\">https:\/\/pcsite.co.uk\/the-role-of-processors-in-the-evolution-of-smartphones\/<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.google.com\/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Finihab.wordpress.com%2F2019%2F02%2F18%2Ftips-memilih-hp-murah-terbaik-jangan-sampai-salah-membeli%2F&amp;psig=AOvVaw1eextdbYzr8k233JaQHK3b&amp;ust=1708230405730000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CBQQjhxqFwoTCPjXw6XEsYQDFQAAAAAdAAAAABAF\">https:\/\/www.google.com\/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Finihab.wordpress.com%2F2019%2F02%2F18%2Ftips-memilih-hp-murah-terbaik-jangan-sampai-salah-membeli%2F&amp;psig=AOvVaw1eextdbYzr8k233JaQHK3b&amp;ust=1708230405730000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CBQQjhxqFwoTCPjXw6XEsYQDFQAAAAAdAAAAABAF<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.google.com\/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.learncomputerscienceonline.com%2Fwhat-is-cpu%2F&amp;psig=AOvVaw1z_rk-MozFJ2YpWBbnD5Uf&amp;ust=1708230814482000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CBQQjhxqFwoTCOCz0OjFsYQDFQAAAAAdAAAAABAE\">https:\/\/www.google.com\/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Fwww.learncomputerscienceonline.com%2Fwhat-is-cpu%2F&amp;psig=AOvVaw1z_rk-MozFJ2YpWBbnD5Uf&amp;ust=1708230814482000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CBQQjhxqFwoTCOCz0OjFsYQDFQAAAAAdAAAAABAE<\/a><\/li>\n<li><a href=\"https:\/\/www.google.com\/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Ftitiknol.co.id%2Fgaya-hidup%2Fsaat-kumpul-bareng-sahabat-terbaik-tidak-akan-sibuk-memainkan-hp%2F&amp;psig=AOvVaw2v6Mvj1RxByK9sxvv84lyN&amp;ust=1708231114000000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CBQQjhxqFwoTCNjHsPfGsYQDFQAAAAAdAAAAABAE\">https:\/\/www.google.com\/url?sa=i&amp;url=https%3A%2F%2Ftitiknol.co.id%2Fgaya-hidup%2Fsaat-kumpul-bareng-sahabat-terbaik-tidak-akan-sibuk-memainkan-hp%2F&amp;psig=AOvVaw2v6Mvj1RxByK9sxvv84lyN&amp;ust=1708231114000000&amp;source=images&amp;cd=vfe&amp;opi=89978449&amp;ved=0CBQQjhxqFwoTCNjHsPfGsYQDFQAAAAAdAAAAABAE<\/a><\/li>\n<\/ol>\n<p>SDG: <label for=\"sdg_number9\">9 - Industry, Innovation and Infrastructure<\/label><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tahukah kalian kalau rata-rata dari perusahaan-perusahaan smartphone ternama harus mengeluarkan model terbarunya setahun sekali? Hal ini dilakukan karena tingginya permintaan masyarakat akan smartphone yang lebih canggih. Ya! Kalian semuanya pasti sudah tidak asing dengan apa itu smartphone. Si kecil yang serba bisa ini sudah sangatlah populer di kalangan masyarakat sekarang sehingga tidak heran jika hampir [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":2082,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-2080","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"featured_image":{"phone":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/Picture2-480x206.png","tablet":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/05\/Picture2.png"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2080"}],"collection":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2080"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2080\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2084,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2080\/revisions\/2084"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2082"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2080"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2080"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2080"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}