{"id":1979,"date":"2025-03-14T17:13:51","date_gmt":"2025-03-14T10:13:51","guid":{"rendered":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/?p=1979"},"modified":"2025-03-14T17:43:31","modified_gmt":"2025-03-14T10:43:31","slug":"dampak-teknologi-smartwatch-terhadap-kehidupan-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/2025\/03\/14\/dampak-teknologi-smartwatch-terhadap-kehidupan-manusia\/","title":{"rendered":"Dampak Teknologi Smartwatch Terhadap Kehidupan Manusia"},"content":{"rendered":"<p>Seiring berkembangnya zaman di mana CPU (<em>Central Processing Unit)<\/em> menjadi semakin kecil, \u201csmartwatch\u201d bukanlah hal yang asing. Banyak hal dapat dilakukan, seperti membalas pesan, menggunakan social media dalam satu bentuk jam tangan yang dapat digunakan pada pergelangan tangan. Sebelum menggali lebih dalam mengenai <em>smartwatch<\/em>, perlu dikatahui bagaimanakah perkembangan smartwatch dari tahun ke tahun hingga dapat sampai ke tahap sekarang ini?<\/p>\n<p>Bentuk smartwatch pertama muncul pada tahun 2001, yang diciptakan oleh IBM yaitu IBM watchpad, yang memiliki sistem operasi linux yang memiliki CPU ARM dengan frekuensi 74MHz. Jam tangan pintar ini memiliki fitur yang mirip dengan zaman sekarang seperti menggunakan <em>Bluetooth <\/em>untuk berkomunikasi berbagai macam perangkat seperti laptop dan melihat pesan email yang masuk. [1]<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1980 aligncenter\" src=\"http:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/Picture1.jpg\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"270\" srcset=\"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/Picture1.jpg 495w, https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/Picture1-480x576.jpg 480w\" sizes=\"(max-width: 225px) 100vw, 225px\" \/>Gambar 1. IBM watchpad<\/p>\n<p>Kemudian pada tahun 2003, sebuah perusahaan jam tangan konvensional meluncurkan smartwatch dengan nama Fossil wrist PDA dengan fitur menyimpan kontak dan pengingat seperti memo. Smartwatch ini menggunakan sistem operasi palm OS dengan RAM 8mb, penyimpanan 4mb, dan layar monochrome dengan resolusi 160 x 160, serta processor Motorola Dragonball Super VZ dengan frekuensi 66MHz.[2], [3]<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1981 aligncenter\" src=\"http:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/Picture2-3.jpg\" alt=\"\" width=\"296\" height=\"296\" \/>Gambar 2. Fossil Wrist PDA<\/p>\n<p>Setelah membaca artikel ini pasti banyak yang bertanya kapan fitur smartwatch mulai berkembang dan memunculkan fitur baru? Salah satu smartwatch yang pertama kali memunculkan fitur baru adalah Motorola MOTOACTV yang diluncurkan pada tahun 2011. Smartwatch ini ditujukan untuk menjadi suatu perangkat yang membantu manusia dalam melakukan olahraga. Smartwatch ini juga memiliki fitur untuk berkomunikasi dengan perangkat eksternal seperti sensor detak dan headphone bluetooth melalui Bluetooth 4.0. Motorola MOTOACTV ini menggunakan processor OMAP 3 merupakan processor single core dengan frekuensi 600MHz[4]<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"size-full wp-image-1982 aligncenter\" src=\"http:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/Picture3-1.jpg\" alt=\"\" width=\"381\" height=\"336\" \/>Gambar 3. Motorola MOTOACTV<\/p>\n<p>Setelah membaca perkembangan smartwatch dari 2001 hingga 2011, kalian pasti berpikir \u201cBukannya smartwatch zaman sekarang terhubung dengan smartphone ya?\u201d Benar sekali, salah satu smartwatch yang meyempurnakan smartwatch seperti itu adalah Apple dengan Apple watch pertamanya yang pertama kali diluncurkan pada 2015 yang menjalankan sistem operasi WatchOS milik Apple. Apple watch ini menggunakan prosesor Apple S1 yang memiliki dual core dengan frekuensi 520Mhz.<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1983 aligncenter\" src=\"http:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/Picture4-1-640x640.jpg\" alt=\"\" width=\"299\" height=\"299\" srcset=\"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/Picture4-1-640x640.jpg 640w, https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/Picture4-1-480x480.jpg 480w, https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/Picture4-1.jpg 692w\" sizes=\"(max-width: 299px) 100vw, 299px\" \/>Gambar 4. Apple watch generasi pertama<\/p>\n<p>Dengan perkembangan smartwatch yang sangat pesat dan semakin canggih tiap tahunnya, pada akhirnya konsumen akan memikirkan tentang kegunaan dari smartwatch, bukannya segala hal yang dapat dilakukan di smartwatch dapat dilakukan di handphone? Nah, justru melalui adanya smartwatch yang menjadi komplementer handphone, kehidupan sehari-hari kita menjadi lebih praktis, misalnya saat sedang melakukan olahraga notifikasi yang masuk dapat langsung dibaca saat berolahraga. Tidak hanya itu, smartwatch juga memiliki banyak fitur yang tidak dapat ditemukan di handphone seperti mengukur denyut jantung dan bahkan mengukur kadar oksigen dalam darah.[5]<\/p>\n<p>Jadi setelah mengetahui fitur-fitur smartwatch ini, smartwatch apa yang paling bagus? Ada banyak pilihan smartwatch yang bagus dari berbagai merek, salah satunya adalah Apple watch ultra yang generasi ke-2. Smartwatch ini dibekali dengan processor smartwatch terbaru keluaran Apple yaitu Apple S9 SiP yang merupakan CPU dual core dengan frekuensi 1.8GHZ dengan layar 430 x 352 pixel yang menggunakan panel OLED. Dengan processor seperti ini smartwatch ini memiliki fitur yang berlimpah baik di sisi Kesehatan atau survival, maupun dari sisi kepraktisan. Salah satu kemampuan paling menakjubkan dari smartwatch ini adalah di bidang survival, dimana smartwatch ini memiliki fitur untuk memancarkan suara untuk memanggil bantuan yang dapat didengarkan di radius 180 meter dan dapat mengukur kedalaman air hingga 40 meter.[6]<\/p>\n<p style=\"text-align: center\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\" wp-image-1984 aligncenter\" src=\"http:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/Picture5-1-640x336.jpg\" alt=\"\" width=\"428\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/Picture5-1-640x336.jpg 640w, https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/Picture5-1-480x252.jpg 480w, https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/Picture5-1-768x403.jpg 768w, https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/Picture5-1-1024x538.jpg 1024w, https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/Picture5-1.jpg 1093w\" sizes=\"(max-width: 428px) 100vw, 428px\" \/>Gambar 5. Apple watch Ultra 2<\/p>\n<p>Sudah sejauh apakah perkembangan smartwatch dalam jangka waktu sekitar 20 tahun ini? Jika dibandingkan dengan smartwatch yang pertama yaitu IBM watchpad yang hanya memiliki processor ARM dengan frekuensi 74MHz sehingga hanya dapat menyalakan layar yang monochrome dan fiturnyapun terbatas, yaitu hanya dapat memberikan notifikasi dari laptop atau komputer berupa notifikasi email. Sedangkan smartwatch terbaru yaitu Apple watch Ultra 2 memiliki sangat banyak fitur seperti dapat menjadi telepon seluler karena dapat dipasang sim card, dapat memiliki fitur survival dan kesehatan seperti yang sudah dijelaskan di atas, dan juga fitur untuk menjadi perangkat yang mendukung fitur smartphone. Fitur-fitur ini dapat diimplemetasikan ke dalam Apple watch Ultra 2 karena processor Apple S9 SiP nya yang kuat.<\/p>\n<p>\u201cJika, smartwatch sekarang sudah memiliki secanggih ini, maka fitur apalagi yang dapat mucul dalam smartwatch?\u201d Di masa depan diekspektasikan untuk memiliki sensor biometrik yang dapat melacak kesehatan penggunanya secara Real-time dengan tingkat keakuratan yang tinggi. Terintegrasinya AI (<em>artificial intelligence<\/em>) dalam smartwatch juga merupakan salah satu fitur yang diharapkan untuk diimplementasikan di dalam smartwatch, terlihat dari smartphone zaman sekarang yang sudah ada yang terintegrasi dengan AI. [7]<\/p>\n<p>Daftar Pustaka<\/p>\n<p>[1]\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u201cIBM and Citizen Watch develop Linux-based \u2018WatchPad.\u2019\u201d Accessed: Feb. 19, 2024. [Online]. Available: https:\/\/linuxdevices.org\/ibm-citizen-watch-develop-linux-based-watchpad\/<\/p>\n<p>[2]\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u201cThe evolution of the smartwatch -- from IBM WatchPad to Apple Watch.\u201d Accessed: Feb. 19, 2024. [Online]. Available: https:\/\/betanews.com\/2015\/05\/29\/the-evolution-of-the-smartwatch-from-ibm-watchpad-to-apple-watch\/<\/p>\n<p>[3]\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u201cThe Evolution of Smartwatch (2020) | Tech-Knowledge.\u201d Accessed: Feb. 19, 2024. [Online]. Available: https:\/\/www.vertexknowledge.com\/post\/the-evolution-of-smartwatch-2020<\/p>\n<p>[4]\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u201cSmartwatch Failures.\u201d Accessed: Feb. 19, 2024. [Online]. Available: https:\/\/www.businessinsider.com\/smartwatch-failures-2013-3#samsung-also-made-a-watchphone-with-the-s9110-5<\/p>\n<p>[5]\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u201cWhat are the advantages of smart watches? | by Corporategiftindubaiuae | Medium.\u201d Accessed: Feb. 19, 2024. [Online]. Available: https:\/\/medium.com\/@corporategiftindubaiuae\/what-are-the-advantages-of-smart-watches-11156939eb1d#:~:text=Smartwatches%20are%20designed%20to%20be,player%20all%20from%20your%20wrist.&amp;text=Smartwatches%20are%20also%20great%20for%20fitness%20tracking.<\/p>\n<p>[6]\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u201cApple Watch Ultra 2 - Apple.\u201d Accessed: Feb. 19, 2024. [Online]. Available: https:\/\/www.apple.com\/apple-watch-ultra-2\/<\/p>\n<p>[7]\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 \u201cThe Future Development of Smart Watches: A Comprehensive Guide.\u201d Accessed: Feb. 19, 2024. [Online]. Available: https:\/\/www.linkedin.com\/pulse\/future-development-smart-watches-comprehensive-guide-lina-li#:~:text=The%20future%20of%20smartwatches%20holds,health%20monitoring%20with%20increased%20accuracy<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Seiring berkembangnya zaman di mana CPU (Central Processing Unit) menjadi semakin kecil, \u201csmartwatch\u201d bukanlah hal yang asing. Banyak hal dapat dilakukan, seperti membalas pesan, menggunakan social media dalam satu bentuk jam tangan yang dapat digunakan pada pergelangan tangan. Sebelum menggali lebih dalam mengenai smartwatch, perlu dikatahui bagaimanakah perkembangan smartwatch dari tahun ke tahun hingga dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":1984,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-1979","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-article"],"featured_image":{"phone":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/Picture5-1-480x252.jpg","tablet":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-content\/uploads\/sites\/2\/2025\/03\/Picture5-1-768x403.jpg"},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1979"}],"collection":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1979"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1979\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1986,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1979\/revisions\/1986"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1984"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1979"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1979"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/base.binus.ac.id\/automotive-robotics-engineering\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1979"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}