Kenapa Apple Developer Academy?

Halo, saya Teresa, mahasiswa Automotive and Robotics Engineering yang sedang menjalani program enrichment di Apple Developer Academy @ BINUS, Tangerang.

Awalnya saya tertarik karena penasaran bagaimana caranya membangun proyek di ekosistem Apple, dan mengira bakal banyak belajar coding. Ternyata tidak hanya itu, disini kami belajar bahwa proyek yang bermanfaat dimulai dengan satu pertanyaan: sebenarnya masalah apa yang mau kami selesaikan?

Hari-Hari Pertama

Kesan pertama saya, lingkungannya suportif sekali dan semua orang peduli pada pertumbuhan satu sama lain. Yang bikin kaget, porsi self-awareness dan introspeksinya besar. Setelah setiap proyek selesai, kami dapat berhenti sejenak dan berpikir: kemarin saya bekerja seperti apa, apa yang bikin saya stuck, apa yang bisa diperbaiki.

Yang Saya Kerjakan

Di sini kami didorong menjadi T-shaped professional, jadi tiap proyek kami bebas memilih peran: technology, design, atau project management.

Salah satu proyek yang paling berkesan adalah Momoto, aplikasi yang membantu penyandang disleksia memahami teks dengan lebih cepat. Awalnya saya membuat coding, lalu belajar sebagai desainer juga. Tapi yang paling membekas justru cara risetnya: untuk pertama kalinya kami terjun ke lapangan mewawancarai profesional di bidang terkait dan penyandang disleksia secara langsung. Dari situ saya sadar, membuat aplikasi bukan hanya sekadar membuat sesuatu yang bisa berjalan, tapi apakah aplikasinya menjawab masalah penggunanya.

Belajar di Luar Skill Teknis

Hard skill yang saya dapat memang banyak, tapi soft skill-nya jauh lebih banyak lagi, terutama kolaborasi. Tiap proyek, kami masuk ke tim baru dengan orang yang berbeda-beda. Dulu saya pikir tim yang bagus itu yang isinya orang yang ahli. Sekarang saya melihatnya berbeda: tim yang bagus adalah yang tahu kekuatan tiap anggotanya dan tahu cara memanfaatkannya untuk mencapai tujuan bersama.

Yang Saya Bawa Pulang

Kebiasaan riset dan wawancara itu terbawa sampai sekarang. Kalau punya ide, pertanyaan pertama saya bukan lagi "bagaimana cara bikinnya", tapi "siapa yang butuh ini dan kenapa". Pada akhirnya, Apple Developer Academy bukan cuma mengajari saya membuat aplikasi, tapi mengajari saya cara belajar.