Generative AI

Artificial intelligence berkembang sangat pesat seiring dengan peningkatan kemampuan komputer, kecepatan Internet, dan membludaknya data digital. Hal ini mendorong penelitian AI yang sangat cepat dan mendorong terciptanya AI yang “sangat pintar” yg seolah “merangkum” kemampuan manusia dari data-data yang telah diupload secara digital di dunia maya.

Sebut saja ChatGPT dari openAI, ini adalah jenis generative AI yang sangat mencolok dan memiliki kemampuan yang sangat baik. ChatGPT mampu berkomunikasi dengan pengguna melalui text dan juga beberapa jenis file/data yg dapat diupload ke platform ChatGPT (misal pdf atau gambar). ChatGPT mampu merespon data maupun perintah dari pengguna dengan sangat baik dan seolah-olah seperti berkomunikasi dengan manusia yang sudah pada level “pakar”. Meskipun sudah ada peringatan dari OpenAi sendiri yaitu “ChatGPT can make mistakes. Check important info”. Tentu saja peringatan ini bukan sekedar hal remeh karena semakin pengguna menjadikan ChatGPT sebagai “pakar” maka pengguna akan cenderung sangat percaya dan kemungkinan “lalai” bahwa ada potensi “salah”.

 

Gambar 1. Ilustrasi Generative AI. (Gambar ini juga digenerate oleh ChatGPT)

Generative AI dalam proses pembelajaran

Kemampuan luar biasa dari generative AI ini, menjadikan proses belajar menjadi secara “radikal” berubah. Baik pengajar maupun peserta didik juga memanfaatkan generative AI sebagai bagian dari proses belajar mengajar, termasuk riset. Sangat banyak platform generative AI yang dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran disamping ChatGPT, misalnya dari Google ada Gemini, dan masih banyak perusahaan lain yang menjual bisnis pemanfaatan AI ini.

Hal ini tentu saja menimbulkan kekhawatiran yang mendalam dalam dunia pendidikan dan penelitian itu sendiri. Terutama bagaimana memanfaatkan generative AI ini secara efektif dan beretika supaya manusia tetap menjadi center dalam proses pendidikan itu sendiri. Jangan sampai AI saja yang menjadi lebih pintar sementara manusianya hanya sebagai penonton atau bahkan malah tertipu dengan hasil AI.

Ada banyak hal yang perlu diwaspadai dalam penggunaan generative AI ini. Manusia selayaknya menjadikan generative AI tidak lebih dari sekedar alat bantu (tools) untuk membantu manusia lebih baik dan mudah dalam mengerjakan aktivitasnya. Perlu waspada juga dalam upload data ke platform generative AI, karena dikhawatirkan disalahgunakan. Perlu dengan sangat sadar bahwa ada potensi “salah” dari jawaban generative AI ini sehingga perlu crosscek. Dan menurut Saya, setiap pengguna harus punya kemampuan umum dasar supaya bisa melakukan crosscek apakah hasilnya menyimpang atau tidak. Masing-masing user harus mengedepankan etika dalam penggunaan AI supaya perkembangan ilmu pengetahuan juga terjaga dengan baik.

Penerapan Generative AI di BINUS University

Pendirian BINUS University secara umum adalah memperbolehkan pemakaian AI. AI dipandang sebagai sebuah keniscayaan dalam dunia industri sehingga dunia akademik harus memberikan bekal bagi mahasiswa untuk dapat beradaptasi secara cepat. BINUS University mempunyai cita-cita untuk menghasilkan SDM yang unggul dan mampu menjadi pengendali teknologi, tak terkecuali AI [1][2].

Sehubungan dengan hal tersebut, baru-baru ini BINUS University mengeluarkan semacam Panduan penggunaan AI untuk FM (Faculty Member) dan mahasiswa. Hal ini tentu saja dapat diharapkan untuk mendukung dan/atau mengarahkan penggunaan AI secara lebih baik, produktif dan bertanggungjawab. Dalam panduan tersebut secara garis besar BINUS menggunakan prinsip yang disebut FAITH [1][2]. Tabel 1 berikut adalah Prinsip FAITH dalam Penggunaan AI di BINUS University:

SDG: 4 (Quality Education); 9 (Industry, Innovation and Infrastructure)

Referensi:

  • BINUS University, Panduan Etika Penggunaan Artificial Intelligence pada Kegiatan Akademik bagi Mahasiswa, Jakarta, Indonesia, Nov. 2025. Link: https://s.id/PANDUAN-AI
  • BINUS University, Panduan Etika Penggunaan Artificial Intelligence pada Kegiatan Catur Dharma Terintegrasi bagi Faculty Members, Jakarta, Indonesia, Nov. 2025. Link: https://s.id/PANDUAN-AI