Tangerang Selatan, 10 Agustus 2026 — Upaya mendorong generasi muda untuk berpikir kritis, kreatif, dan inovatif dilakukan melalui Workshop Kokurikuler STEM Kelas XII yang diselenggarakan di SMA Islam Al-Azhar BSD, Tangerang Selatan, pada Senin, 10 Agustus 2026. Kegiatan ini mengajak siswa untuk melihat berbagai persoalan di lingkungan sekitar sebagai peluang untuk menghasilkan gagasan, penelitian, dan solusi melalui pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

Workshop yang berlangsung pada pukul 13.00–15.00 WIB di Gedung Serba Guna (GSG) Lantai 2 Al-Azhar BSD tersebut menghadirkan tiga narasumber dari berbagai bidang keilmuan yang ada di kampus Binus Aso School of Engineering, Universitas Bina Nusantara. Mereka yaitu Ezra Peranginangin, S.T., M.T., MBA., Ph.D. dari Product Design Engineering, Alfan Sarifudin, S.Pd., M.T. dari Automotive and Robotic Engineering, serta Benedictus Rahardjo, Ph.D. dari Business Engineering.

Kehadiran tiga bidang keilmuan tersebut memberikan perspektif yang beragam kepada siswa dalam memahami STEM. Product Design Engineering memberikan perspektif mengenai bagaimana kebutuhan dan permasalahan manusia dapat diterjemahkan menjadi rancangan produk atau solusi. Automotive and Robotic Engineering memperkenalkan keterkaitan antara sains, teknologi, rekayasa, dan penerapannya pada sistem otomotif serta robotika. Sementara itu, Business Engineering memberikan perspektif mengenai bagaimana pendekatan rekayasa dapat dipadukan dengan aspek bisnis, analisis, teknologi, dan kebutuhan pengguna.

Mengubah Masalah di Sekitar Menjadi Ide Penelitian

Dalam workshop tersebut, siswa didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga belajar mengidentifikasi masalah dan menciptakan solusi. Pendekatan STEM diperkenalkan sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, matematika, dan kebutuhan manusia. Materi menekankan bahwa permasalahan nyata di sekitar siswa dapat menjadi titik awal untuk mengembangkan ide penelitian maupun inovasi.

Pesan tersebut diperkuat dengan contoh penerapan Product Design Engineering (PDE). Siswa diajak memahami bahwa masalah sehari-hari, termasuk persoalan pada layanan, produk, maupun sistem, dapat dikembangkan menjadi sebuah penelitian atau rancangan solusi. Pendekatan tersebut melibatkan perspektif seperti human-centered design, usability, dan optimasi sistem.

Dengan pendekatan tersebut, siswa diarahkan untuk membangun pola pikir bahwa penelitian tidak selalu harus dimulai dari permasalahan yang kompleks. Hal-hal sederhana yang mereka temui di sekolah, rumah, masyarakat, maupun dalam penggunaan teknologi sehari-hari dapat menjadi sumber ide penelitian selama mampu dirumuskan secara sistematis dan didukung oleh data.

Membekali Siswa dengan Kemampuan Menyusun Karya Ilmiah

Selain membangun pola pikir STEM, workshop juga memberikan pembekalan mengenai bagaimana menuangkan gagasan menjadi karya tulis ilmiah. Siswa diperkenalkan pada struktur penelitian yang meliputi judul, pendahuluan, metode penelitian, analisis dan temuan, serta kesimpulan dan saran.

Pada bagian pendahuluan, siswa diarahkan untuk membangun alur berpikir mulai dari persoalan nyata, fakta atau data, kondisi yang belum terselesaikan, hingga alasan mengapa penelitian perlu dilakukan. Selanjutnya, masalah tersebut diterjemahkan menjadi rumusan masalah dan tujuan penelitian yang dapat dijawab melalui metode yang tepat.
Materi juga menekankan sejumlah karakteristik penting dalam karya ilmiah. Penelitian harus objektif, logis, sistematis, empiris, metodis, terukur dan dapat diverifikasi, menggunakan sumber yang kredibel, orisinal, menggunakan bahasa ilmiah, serta dapat dipertanggungjawabkan. Dengan demikian, siswa tidak hanya belajar menghasilkan ide, tetapi juga memahami bagaimana memastikan ide tersebut dapat dikembangkan menjadi karya ilmiah yang memiliki dasar akademik yang kuat.

Kolaborasi Berbagai Disiplin untuk Memahami STEM

Keterlibatan narasumber dari Product Design Engineering, Automotive and Robotic Engineering, dan Business Engineering menjadi salah satu kekuatan kegiatan ini. Perbedaan bidang keilmuan memberikan gambaran kepada siswa bahwa penyelesaian sebuah permasalahan nyata sering kali membutuhkan lebih dari satu perspektif.

Dari sisi desain produk, siswa dapat melihat pentingnya memahami kebutuhan manusia dan menghasilkan solusi yang fungsional. Dari sisi otomotif dan robotika, siswa diperkenalkan pada bagaimana prinsip sains dan rekayasa dapat diterapkan untuk membangun sistem dan teknologi. Sementara dari perspektif Business Engineering, siswa memperoleh gambaran bahwa sebuah solusi juga perlu mempertimbangkan aspek sistem, pengguna, proses, teknologi, serta kebermanfaatannya.

Pendekatan lintas disiplin tersebut sejalan dengan semangat STEM yang mengintegrasikan berbagai bidang keilmuan untuk menyelesaikan persoalan nyata. Materi workshop juga menunjukkan bahwa STEM dapat memadukan perspektif IPA dan IPS, termasuk penggunaan metode kuantitatif, evaluasi interaksi manusia dan komputer, psikologi pengguna, efisiensi operasional, hingga optimasi sistem dan bisnis.

Mendorong Budaya Penelitian dan Inovasi Sejak Sekolah

Melalui workshop ini, siswa kelas XII SMA Islam Al-Azhar BSD diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai proses mengembangkan ide menjadi penelitian. Mulai dari mengamati masalah, menentukan fokus, menyusun pertanyaan penelitian, memilih metode, mengolah data, hingga menyampaikan temuan secara sistematis.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya akademik dan inovasi sejak jenjang sekolah menengah. Siswa tidak hanya diarahkan untuk memahami materi pembelajaran, tetapi juga dilatih untuk memiliki rasa ingin tahu, kemampuan memecahkan masalah, dan keberanian untuk menciptakan sesuatu yang baru.

Pesan utama yang disampaikan dalam materi workshop adalah bahwa karya ilmiah tidak harus rumit, tetapi harus sistematis, berbasis data, dan mampu menyelesaikan masalah nyata. Siswa juga didorong untuk mulai mengamati berbagai persoalan di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun aktivitas sehari-hari dan melihatnya melalui perspektif STEM.

Dengan demikian, Workshop Kokurikuler STEM Kelas XII di SMA Islam Al-Azhar BSD tidak hanya menjadi kegiatan pembekalan akademik, tetapi juga menjadi ruang pertemuan antara dunia pendidikan tinggi dan pendidikan menengah untuk menumbuhkan pola pikir ilmiah dan inovatif. Kolaborasi lintas bidang antara Product Design Engineering, Automotive and Robotic Engineering, dan Business Engineering diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada siswa tentang bagaimana ilmu pengetahuan dan teknologi dapat digunakan untuk memahami persoalan, merancang solusi, serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kegiatan tersebut pada akhirnya diharapkan dapat mendorong siswa untuk berani bertanya, mengamati, meneliti, merancang, dan menciptakan solusi. Dengan fondasi berpikir berbasis STEM, siswa tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi tantangan akademik, tetapi juga untuk menjadi generasi yang mampu melihat permasalahan sebagai peluang untuk berinovasi.

SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education)

SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals)