People Innovation Excellence
 

Reverse Engineering Sebagai Bagian dari Revolusi Industri

Mei 2018
Oleh: Gatot Suharjanto. Ir., MT.
Binus Aso School of Engieering (BASE), Binus University

Perkembangan pesat telah terjadi dalam dunia konfergensi digital selama empat decade terakhir. Setiap kali terjadi perkembangan teknologi baru dalam bidang digital, akan berhubungan dengan bentuk fisik dan digital dari suatu produk tersebut, yang kemudian juga akan mempengaruhi bentuk produk baru dan pasar yang baru.

Pada era 1970-an,  gelombang suara analog berhasil diubah menjadi sinyal suara digital melalui metode pemrosesan sinyal (1D), sehingga konversi  analog dan digital menjadi bagian dari bahasa yang sama dalam dunia industri telekomunikasi. Pada era 1980-an tulisan dan gambar analog berhasil diubah menjadi informasi digital melalui metode pemrosesan gambar (2D). Kenyamanan pun beralih antara dokumen kertas dan dokumen elektronik yang mengubah dunia industri penerbitan dan mengubah pola atau cara menyimpan dan berbagi informasi. Konvergensi ketiga, dimulai pada era 1990-an, fokus pada digitalisasi dunia fisik permodelan melalui metode pengolahan geometri (3D)(Kumar, Jain, & Pathak, 2013).

Konvergensi dunia fisik menjadi digital yang timbul atas kehadiran teknologi rekayasa ini, secara otomatis mengubah cara produk dirancang, diproduksi, dan dipasarkan. Seluruh data digital yang dihasilkan menjadi sangat mudah untuk diduplikasi, dievaluasi, dimodifikasi, direkayasa, dan diperkaya. Dan duniapun semudah mengambil gambar digital. Sehingga terobosan terbesar abad kedua puluh satu kini berada di industri manufaktur.

Konvergensi ke empat dari dunia digital kemudian adalah berkat hadirnya metode Pencetakan 3D, yang memungkinkan orang untuk memproduksi produk dalam skala kecil sesuai kebutuhan, tergantung pada ketersediaan bahan baku, tepat di sebelah tempat mereka dibutuhkan, dan dengan demikian mengatasi resistensi oleh distributor dalam melayani daerah terpencil. Inisiatif baru dapat membawa dampak yang lebih berarti dimana internet berkecepatan tinggi niscaya akan menembus batas ke komunitas yang terisolasi (Bank, 2017).

Perkembangan 3D modeling digital menjadi pemicu terbitnya metode Rekayasa Balik (Reverse Engineering). Merupakan proses mendapatkan model informasi data geometris dari pengukuran yang diperoleh dengan teknik pemindaian kontak atau non-kontak terhadap model fisik yang ada, menjadi data digital yang kita kenal sebagai CAD data. Adapun proses rekayasa balik dapat dilihat  dalam gambar 1.


Gambar 1. Diagram alir rekayasa balik

Seperti yang ditunjukan dalam gambar 1, langkah-langkah dasar dari proses rekayasa balik adalah sebagai berikut: akuisisi data, pra-pemrosesan (penyaringan kekasaran dan penggabungan), triangulasi, ekstraksi fitur, segmentasi dan pemasangan permukaan dan aplikasi alat CAD / CAM / CAE (Raja & Fernandes, 2009).

Rekayasa balik merupakan pendekatan multidisiplin dan hampir pasti dapat diterapkan ke semua bidang industri secara universal. Pertimbangan utama dari rekayasa balik ini adalah untuk memunculkan kembali salinan dari bagian asli atau menelusuri kembali peristiwa apa yang sudah terjadi. Rekayasa balik sebenarnya banyak diterapkan dalam dunia industri. Ribuan suku cadang berhasil dimunculkan kembali setiap tahun dengan menggunakan rekayasa balik untuk memenuhi tuntutan pasar yang bernilai miliaran dolar. Bermula dari industri penerbangan dan mobil, aplikasi rekayasa balik secara digital ini terus merambah ke berbagai bidang dan kehidupan kita. Industri rumah tangga, industri medis, industri makanan, industri apapun niscaya akan semakin berkembang dan semakin bersifat personal dan custom, terlebih karena kemudahan untuk diproduksi kembali akibat dari adanya perkembangan 3D Printer yang semakin canggih, semakin bersifat personal atau sektoral dan hasilnya pun akan dapat mendekati hasil karya manufaktur industry besar. Pergeseran inilah yang harus disikapi dan diantisipasi oleh dunia industri, dengan istilah yang kita kenal dewasa ini sebagai Revolusi Industri 4.0.


REFERENCES

Bank, A. D. (2017). What does the Fourth Industrial Revolution mean for regional economic integration ?

Kumar, A., Jain, P. K., & Pathak, P. M. (2013). Reverse Engineering in Product Manufacturing: An Overview. In DAAAM International Scientific Book (pp. 665–678). DAAAM International. https://doi.org/10.2507/daaam.scibook.2013.39

Raja, V., & Fernandes, K. J. (2009). Reverse Engineering An Industrial Perspective. In Design. Springer. https://doi.org/10.1002/smr.420


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close