Pernahkah kita mendengar maglev? Maglev atau magnetic levitationn sudah digunakan dalam kereta. maglev merupakan solusi transportasi yang cerdas. Maglev memungkinkan kereta melayang sekitar 10cm dari rel. Hal ini membuat kereta hampir tidak lagi memerlukan roda. Dengan tidak adanya roda, maka gaya gesek yang dihasilkan kereta semakin sedikit.

Gambar 1. Salah satu kereta maglev [1]

Dalam sejarah, paten kereta maglev tercantum dalam U.S. Patent 3,158,765 “Magnetic system of transportation” yang ditulis oleh G. R. Polgreen pada tahun 25 Agustus 1959 [2]. Tahun 1984-1995 di Birmingham, Inggris, untuk pertamakalinya kereta maglev digunakan untuk komersial dioperasikan dari terminal Bandara Internasional Birmingham ke stasiun kereta Internasional Birmingham. Dengan panjang jalur 600m dan kereta melayang setinggi 15mm [3]. Di Jepang sendiri, maglev juga berkembang di tahun 1980-an. Dimulai dari HSST-03 dengan kecepatan 30km/j di tahun 1985. HSST-04-1 juga melaju dengan 30km/j di Saitama pada tahun 1988. Di Yokohama tahun 1989, HSST-05 mencapai 42km/j di kecepatan maksimum [3].

Berikut merupakan catatan sejarah kecepatan tertinggi tiap kereta dalam tesnya :

  • 1971 - West Germany - Prinzipfahrzeug - 90km/h
  • 1971 - West Germany - TR-02 - 164km/h
  • 1972 - Japan - ML100 - 60km/h - (manned)
  • 1973 - West Germany - TR04 – 250km/h(manned)
  • 1974 - West Germany - EET-01 - 230km/h(Unmanned)
  • 1975 - West Germany - Komet - 401.3km/h(by steam rocket propulsion).(Unmanned)
  • 1978 - Japan - HSST01 - 307.8km/h(by Supporting Rockets propulsion, made in Nissan).(Unmanned)
  • 1978 - Japan - HSST02 - 110km/h (manned)
  • 1979 - Japan - ML500 - 517km/h (unmanned)It succeeds in operation over 500km/h for the first time in the world.
  • 1987 - West Germany - TR06 - 406km/h(manned)
  • 1987 - Japan - MLU001 - 400.8km/h(manned)
  • 1988 - West Germany - TR-06 - 412.6km/h (manned)
  • 1989 - West Germany - TR-07 - 436km/h (manned)
  • 1993 - Germany - TR-07 - 450km/h(manned)
  • 1994 - Japan - MLU002N-431km/h(unmanned)
  • 1997 - Japan - MLX01 - 531km/h (manned)
  • 1997 - Japan - MLX01 - 550km/h (unmanned)
  • 1999 - Japan - MLX01 - 548km/h (unmanned)
  • 1999 - Japan - MLX01 - 552km/h (manned/Five formation). Guinness authorization.
  • 2003 - Germany - TR-08 - 501km/h (manned)
  • 2003 - Japan - MLX01 - 581km/h (manned/Three formation). Guinness authorization[3].

Maglev sendiri punya beberapa teknik dalam pengaplikasiannya pada kereta. Teknik pertama yaitu EMS atau electromagnetic suspension. Teknik ini membuat kereta melayang diatas jalur yang terbuat dari besi, sedangkan pada kereta sendiri terdapat elektromagnet yang menyatu dengan kereta itu sendiri. Pada teknik ini, kereta menggunakan feedback yang canggih sehingga kereta mampu menjaga jarak dengan jalur. Pada kereta yang menggunakan teknik ini, kereta biasanya memiliki lengan berbentuk C dan di bagian dalam lengan terdapat magnet [3].

Teknik lainnya yaitu EDS atau electrodynamic suspension. Pada teknik ini, kereta dan jalurnya memiliki magnet sendiri. Pada bagian depan gerbong kereta, magnet kereta dan jalur dibuat agar saling tarik menarik. Sedangkan pada bagian belakang gerbong kereta, magnet dibuat agar saling tolak menolak, sehingga kereta mampu bergerak [3].

Adanya sedikit variasi teknik memberikan beberapa kelebihan pada teknik itu sendiri. Pada EMS, kereta tidak lagi membutuhkan roda sama sekali. Hal ini membuat gaya gesek semakin sedikit, sehingga memberi keuntungan dengan semakin sedikitnya energi yang hilang [3]. Berbeda dengan teknik EDS, teknik ini memberi kecepatan yang lebih cepat dibanding teknik EMS. Selain itu, teknik EDS juga menggunakan superkonduktor, dimana superkonduktor ini didinginkan dengan menggunakan cairan nitrogen sehingga tidak semahal EMS [3].

Namun, kedua teknik ini tidak terlepas dari kelemahan. Pada EMS, jarak antar kereta dengan rel harus secara konsisten dicek dan dikoreksi. Hal ini harus dilakukan sebab medan magnet secara natural tidaklah stabil [3]. Lain halnya pada EDS. Kuatnya medan magnet membuat kereta menjadi tidak aman untuk benda yang berhubungan dengan magnet seperti kartu kredit, sehingga mengharuskan kereta menggunakan pelindung medan magnet. Selain itu, pada kecepatan rendah, kereta masih harus menggunakan roda [3].

Gambar 2. Salah satu kereta maglev [4]

            Kelebihan dan kekurangan ini masih perbandingan dari teknik maglev itu sendiri. Namun, apa kelebihan maglev dibandingkan dengan kereta pada umumnya?

Pertama. Perawatan maglev bisa dikatakan lebih murah dibanding kereta pada umumnya. Hal ini disebabkan pada kereta umum yang menggunakan roda. Roda ini harus diperbaiki atau diganti pada waktu yang tertentu. Lain halnya dengan maglev. Maglev tidak atau hampir tidak menggunakan roda. Sehingga biaya perbaikan bisa dikurangi [5].

Kedua. Maglev sama sekali tidak terpengaruh dengan kondisi rel. Dengan tidak adanya roda maka tidak ada variabel pengaruh dari gaya gesek dengan jalur. Sehingga pada kereta maglev, gangguan dari kondisi cuaca bisa dihilangkan [5].

Ketiga dari sisi efisiensi. saat kereta umum memiliki energi yang hilang dari gaya gesek roda dan gaya gesek udara, gesekan yang terjadi pada maglev hanya udara dan tarikan elektromagnet yang nilainya cukup kecil [5].

Untuk kontrol sistem, maglev bisa dikatakan lebih aman karena sistem berjalan sesuai perintah dari komputer yang telah diprogram. Sedangkan pada kereta biasa, manusia yang mengontrol kereta itu sendiri dimana manusia sendiri kurang mampu mengendalikan kereta yang bergerak sangat cepat [5].

Hal lain dari kelebihan kereta maglev adalah ramah lingkungan. Sebab, kereta maglev tidak melakukan pembakaran seperti kereta pada umumnya.

Namun dari beberapa kelebihannya, maglev sendiri memiliki masalah terbesarnya. Maglev tidak dapat menggunakan rel kereta umum, hal ini menyebabkan rel harus diganti atau dibuat yang baru. Hal ini tentu membuat biaya awal maglev menjadi sangat mahal dan membuat pembangunan maglev perlu dipikirkan ulang [6].

Maglev pada kereta sendiri masih terus dikembangkan. Dan untuk kedepannya, diharapkan teknologi ini mampu memberikan solusi bagi masalah – masalah yang akan datang.

 

Kontributor : Yesata Setyo Nugroho (ARE Semester 1 2017/2018)

 

Referensi

[1] M. Hayashi, "Subliminal ads fast-tracked for maglev trains in Japan | The Japan Times", The Japan Times, 2017. [Online]. Available: https://www.japantimes.co.jp/news/2017/04/01/business/tech/subliminal-ads-fast-tracked-for-maglev-trains-in-japan/. [Accessed: 18- Dec- 2017]

[2] "Patent US3158765 - Magnetic system of transportation", Google Books, 2017. [Online]. Available: https://www.google.com/patents/US3158765. [Accessed: 27- Oct- 2017].

[3]"Maglev train - New World Encyclopedia", Newworldencyclopedia.org, 2017. [Online]. Available: http://www.newworldencyclopedia.org/entry/Maglev_train#cite_note-0 Website TitleMaglev train - New World Encyclopedia Article TitleMaglev train Date AccessedOctober 26, 2017. [Accessed: 27- Oct- 2017]

[4] "Sustainability Through Technology Part 1 - Magnetic Levitation - West of Everything with English 003, Fall 2012", Personal.psu.edu, 2017. [Online]. Available: http://www.personal.psu.edu/cjm5/blogs/west_of_everything_with_english_003_fall_2012/2012/12/it-is-not-certain-that.html. [Accessed: 18- Dec- 2017]

[5]P. Steps, "Know : How Maglev Trains Work without Wheels?", PROPEL STEPS, 2017. [Online]. Available: https://propelsteps.wordpress.com/2015/04/23/know-how-maglev-trains-works-without-wheels/. [Accessed: 27- Oct- 2017]

[6] "Advantages and Disadvantages of Maglev Trains", WheelZine, 2017. [Online]. Available: https://wheelzine.com/advantages-disadvantages-of-maglev-trains. [Accessed: 18- Dec- 2017]