Gambar 1. Mobil Air Suspension(Sumber:htttp://nmaa.co.id).

 

Air Suspension merupakan salah satu inovasi di bidang otomotif yang sangat berpengaruh dalam perkembangan otomotif di dunia sampai saat ini. Suspensi ini sebenarnya merupakan sebuah gabungan dari inovasi suspensi yang pernah ada jauh sebelum adanya  Air Suspension. Pada tahun 1901 seorang ilmuan bernama William Humphrey menciptakan sebuah sistem suspensi udara yang telah dipatenkan. Komponen-komponen utama yang digunakan dalam pemasangan air suspension yaitu kompresor udara, tabung penyimpanan, selang udara bertekanan tinggi, kantung udara, katup solenoid. Prinsip kerja sistem suspensi ini dengan cara menggantikan per baja dengan bantalan udara, yang dapat diatur tingkat kekerasannya secara fleksibel sambil berjalan. Fleksibilitas yang terdapat dalam suspensi ini membuat dua karakter suspensi yang sebelumnya saling bertolak belakang bisa di kombinasikan menjadi satu[1]. Air suspension bekerja saat mesin hidup, tenaga mesin akan mengaktifkan kompresor udara. Setelah itu kompresor akan menghasilkan udara bertekanan tinggi ke tabung penyimpanan, lalu udara bertekanan tinggi tersebut masuk  kedalam kantong udara yang berada pada kaki-kaki melalui katup selenoid. Kantong udara tersebut layaknya sebuah shock absorber yang dapat bergerak naik turun namun didesain lebih rapat karena berisi udara bertekanan. Karena udara bersifat dapat dikompresi, menyebabkan volume kantong udara akan berubah-ubah saat mendapat beban yang bervariasi, udara dalam kantong udara akan mengembang dan mengempis sesuai beban yang diterima. Hal itulah yang menyebabkan air suspension dapat meminimalisir getaran. Hal lain yang unik pada sistem ini adalah, ground clearence dapat di atur sesuai keinginan dan keadaan, pada sistem ini terdapat tombol dan indikator untuk mengatur jumlah udara yang dikompresikan ke kantong udara. Sehingga ketinggian kantong udara dapat disesuaikan yang akan mempengaruhi ground clearance[2].

Air Suspension pada saat ini memiliki 2 macam tipe antara lain Tipe strut/silinder dan Tipe bag/balon. Tipe strut/silinder ini pegas dan shock absorber dijadikan satu. Kelebihan dari tipe ini adalah lebih tidak memakan tempat, namun dengan dikombinasikan pegas dan shock absorber berpengaruh di segi kenyamanan karena membuat bantingan menjadi lebih keras, tetapi jenis tipe ini sangat cocok untuk mobil-mobil ringan yang memliki ruang yang sempit. Jenis tipe ini sering digunakan pada sport car dengan suspensi yang lebih keras tersebut dapat meningkatkan tingkat kestabilan mobil pada kecepatan tinggi.

Sedangkan pada tipe bag, suspensi ini memiliki bentuk menyerupai balon karena kantong udara yang dipakai terlihat seperti balon. Tipe ini memiliki kelebihan di rebound terhadap guncangan yang lebih baik dan empuk sehingga pengguna suspensi ini akan lebih terasa nyaman di bandingkan tipe silinder. Namun, tipe ini memerlukan ruang yang lebih luas untuk menempatkannya di mobil. Hal tersebutlah yang membuat tipe balon ini lebih banyak digunakan untuk kendaraan besar seperti truck dan bus yang memiliki ruang bawah chasis yang luas.

Gambar 2. Alat-alat Air Suspension(Sumber:htttp://nmaa.co.id)

 

Keunggulan dan kelemahan air suspension dibagi menurut tipe-tipe dari air suspension itu sendiri, dari tipe silinder memiliki keunggulan dalam bentuknya yang lebih kecil dengan begitu tipe ini sangat cocok untuk mobil-mobil yang mempunyai celah sempit seperti sport car yang dimana biasanya memiliki ruang terbatas untuk menambahkan sebuah alat dengan ukuran yang cukup besar. Namun dengan bentuk yang lebih kecil ini menimbulkan kekurangan dari segi kenyamanan pada tipe air suspension ini, seperti bantingan suspensi ini menjadi lebih keras. Namun dengan demikian suspensi ini sangat berguna untuk mobil-mobil berkecepatan tinggi.

Keunggulan dari air suspension tipe balon merupakan kebalikan dari tipe silinder bisa dibilang bantingannya (Rebound) yang lebih terasa empuk (Comfort) dibandingkan dengan yang model air silinder, sedangkan kelemahannya air suspensi tipe ini terutama pada saat diaplikasikan pada celah mobil yang sempit seperti mobil sedan atau city car, dikarenakan bentuknya agak melebar dan terbuat dari karet, di khawatirkan akan bergesekan dengan dinding di liang suspensi sehingga dapat menyebabkan kebocoran. Dengan demikian suspensi tipe ini sangat cocok pada mobil-mobil besar seperti bus, truk,dan SUV[3].

Air suspension dalam kehidupan kita sebenarnya sudah mulai banyak digunakan di bus-bus terbaru dan mobil-mobil mahal. Karena suspensi ini pada saat ini cukup berguna dalam segi kenyamanan dan dalam dunia modifikasi mobil. Tapi air suspension masih dianggap tidak cocok jika dijadikan sebagai suspensi standar dalam setiap mobil-mobil biasa karena dalam segi harganya yang cukup mahal.

 

Kontributor : Juan Kennedy (ARE Semester 1 2017/2018)

Referensi :

[1]          Nmaa ,”Sejarah Air Suspension”, 2017/04,[Online]Available: [ http://nmaa.co.id/2017/04/sejarah-air-suspension/#post/0], [Accesed: 20-Okt-2017].

[2]          Amrie Muchta ,”Mengenal Komponen Dan Cara Kerja Air“ , 2015/09,[Online] Available: [http://www.autoexpose.org/2015/09/mengenal-komponen-dan-cara-kerja-air.html, [Accesed: 20-Okt-2017].

[3]          Panji Mitiqo Al-Farouk,”Mengenal Air Suspesion” , 2011/01/26,[Offline] Available: [https://panjimitiqo.wordpress.com/2011/01/26/mengenal-air-suspension-suspensi-udara/], [Accesed:20-Okt-2017].

 

 

 

 

 

(http://nmaa.co.id/2017/04/sejarah-air-suspension/#post/0)

http://www.autoexpose.org/2015/09/mengenal-komponen-dan-cara-kerja-air.html

https://panjimitiqo.wordpress.com/2011/01/26/mengenal-air-suspension-suspensi-udara/