People Innovation Excellence
 

A Simple Safety Feature Yet Very Effective

Industri otomotif telah berkembang pesat selama beberapa dekade ini. Teknologi demi teknologi telah mereka kembangkan menjadi suatu fitur keselamatan yang paten di setiap mobil, dan salah satunya adalah Hill Start Assist yang mulai menjadi salah satu teknologi yang late boomer di Indonesia.

Sejatinya, teknologi Hill Start Assist (HSA) ini sudah lama ditemukan, yakni pada tahun 1936, yang ditemukan oleh sebuah perusahaan bernama Wagner Electric. Teknologi ini pertama kali diperkenalkan dan dicoba pada mobil Studbaker pada tahun 1937. Awalnya, teknologi Hill-holder ini ditujukan untuk membantu mobil dengan transmisi otomatis dalam tanjakan. Namun pada tahun 2004, teknologi Hill Holder atau yang lebih dikenal sebagai Hill Start Assist ini mulai diadopsikan kepada mobil dengan transmisi manual secara masal oleh pabrikan [3]. Pada saat itulah teknologi tersebut terus dikembangkan terutama oleh pabrikan mobil jepang seperti Nissan dan Honda yang akhirnya semakin memudahkan pengendara untuk menahan laju mundur mobil saat menaiki tanjakan yang curam.

Gambar 1. Example Of Cars With & Without HSA [1]

Akhir satu dekade terakhir ini, Hill Start Assist menjadi semakin canggih karena adanya dua sensor yang terintegrasi dengan ECU kendaraan, yaitu sensor VDC (Vehicle Dynamic Control) dan sensor accelerator. Fungsi dari sensor VDC tersebut adalah mendeteksi ketinggian saat bagian depan kendaraan lebih tinggi dibanding bagian belakang mobil. Saat tanjakan kurang lebih 3 persen terdeteksi oleh sensor VDC dan kendaraan akan berhenti, tekanan rem yang telah diaplikasikan oleh pengendara mobil akan ditahan oleh aktuator rem selama kurang lebih 2 detik jika pengemudi tersebut melepas rem dan akan menginjak pedal akselerator atau pedal gas [4]. Disinilah sensor accelerator berfungsi untuk membaca kecepatan putaran roda, sensor ini akan memberi informasi pada sistem pengereman untuk melepaskan rem secara otomatis sesuai tekanan gas yang diberikan pengemudi. Lama waktu menahan tekanan rem otomatis juga dapat bervariasi setiap mobil sesuai dengan program HSA yang diatur oleh produsen mobil didalam ECU mobil tersebut, tetapi semakin lama tekanan rem tersebut ditahan, mobil tersebut akan semakin aman dan terhindar dari resiko terjadinya tabrakan dengan kendaraan lain.

Hal menguntungkan lainnya jika suatu mobil mengadopsi teknologi Hill Start Assist ini adalah semakin awetnya komponen mobil. Salah satu komponen krusial yang masa tahannya akan menjadi lebih lama adalah kabel rem tangan. Pengemudi akan lebih jarang menarik dan melepas rem tangan saat mobil akan maju pada permukaan tanjakan curam karena HSA dapat mensimulasikan dan bertindak sebagai “pengganti” rem tangan dengan menahan laju mundur mobil. Lebih dari itu, mobil dengan transmisi manual modern yang menggunakan teknologi ini akan merasa lebih aman berkat Hill Start Assist akan menahan tekanan rem saat pengendara melepas pedal rem untuk berganti ke pedal gas dan selagi kopling ditekan. Hal ini mencegah dan menahan mobil untuk tidak mundur saat berada di tanjakan tanpa bantuan pengendara menginjak kopling.

Tidaklah heran jika teknologi ini telah merambah ke berbagai kelas mobil, karena teknologi ini sangatlah berdampak pada keselamatan pengendara maupun penumpang mobil, terutama saat terjadi kemacetan di daerah yang memiliki jalan bertanjak. [5] Salah satu contoh kehidupan sehari-hari yang situasinya sangat familiar untuk mengaplikasikan kecanggihan teknologi Hill Start Assist ini adalah ketika parkir di suatu mall. Seringkali parkir mall penuh sesak dan kita harus mengantri untuk mendapatkan parkir.  Disinilah teknologi tersebut sangat berguna untuk menahan laju mundur mobil saat mobil terjebak dan berhenti di tanjakan. Ini dapat mengurangi persentase terjadinya tabrakan dengan mobil dibelakangnya secara signifikan.

Gambar 2. Car on a Steep Incline Road [2]

Di Indonesia, sejatinya pada tahun 2012, Honda telah memperkenalkan teknologi ini kepada masyarakat sejagat yang diboyong oleh Honda CRZ. Tetapi karena kurang populernya mobil tersebut dan kurang ada peminat, booming teknologi ini baru terjadi pada tahun 2014, ketika Honda meluncurkan Accord. Kemudian di tahun 2015, teknologi ini bahkan sudah mulai disematkan kepada mobil yang dapat tergolong dalam kelas LMPV (Low Multi Purpose Vehicle) seperti Honda HRV dan Toyota Sienta. Padahal sebelumnya teknologi ini hanya ditujukan untuk mobil kelas menengah keatas seperti Sedan, dan Hatchback.

Menurut saya, meskipun teknologi ini terlihat simpel dan hanya hal kecil yang memengaruhi keselamatan, teknologi ini sudah mumpuni untuk membantu pada mobil sekelas SUV atau Crossover seperti Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner yang telah mengaplikasikan teknologi ini. Karena, tipe mobil inilah yang seringkali dipakai untuk menghadapi medan-medan berat seperti offroad. Kedepannya, Hill Start Assist ini perlu menjadi teknologi otomotif yang paten atau diharuskan ada pada setiap produk mobil, terutama mobil LCGC (Low Cost Green Car) yang memiliki mesin kurang memiliki tenaga atau horsepower (HP) untuk menaiki tanjakan. Dengan semakin majunya dunia teknologi yang memudahkan para pabrikan otomotif menyematkan teknologi tersebut kedalam mobil mereka, Hill Start Assist bisa menjadi fitur utama keselamatan pengendara mobil pada masa mendatang selain ABS (Anti-lock Braking System) dan EBD (Electronic Brake Distribution) yang lebih dulu menjadi safety standard di setiap mobil.

 

Kontributor : Kevin Cliff Gunawan (ARE Semester 1 2017/2018)

Referensi:

[1]Mobilku Org, “Hill Start Assist Control (HAC) adalah anti Mundur di Tanjakan” https://2.bp.blogspot.com/-7U-Up8KDDNM/VsJPGuX51fI/AAAAAAAAQm8/kSWwoCwjsLY/s1600/HAC%2Bhill%2Bassist%2Bcontrol.jpg

[2]Optimativa, “5 Cara Menyetir Mobil di Tanjakan yang Perlu Untuk Dipelajari” https://www.optimativa.com/wp-content/uploads/2017/01/5-cara-menyetir-mobil-di-tanjakan-yang-perlu-untuk-dipelajari.jpg

[3] Wikipedia, “Hill Holder”, 14 September 2017 [Online] Available: https://en.wikipedia.org/wiki/Hill-holder [Accessed: 29 October 2017]

[4] Christopher Lampton ,”How Hill-Start Control Works”, 5 October 2009 [Online]
HowStuffWorks.com. Available: https://auto.howstuffworks.com/car-driving-safety/safety-regulatory-devices/hill-start-control.htm. [Accessed: 30 October 2017]

[5] Nissan Motors, Car Technology, “Safety Technology” [Online] Available: http://www.nissan-global.com/EN/TECHNOLOGY/OVERVIEW/hsa.html [Accessed: 30 October 2017]


Published at :
Leave Your Footprint

    Periksa Browser Anda

    Check Your Browser

    Situs ini tidak lagi mendukung penggunaan browser dengan teknologi tertinggal.

    Apabila Anda melihat pesan ini, berarti Anda masih menggunakan browser Internet Explorer seri 8 / 7 / 6 / ...

    Sebagai informasi, browser yang anda gunakan ini tidaklah aman dan tidak dapat menampilkan teknologi CSS terakhir yang dapat membuat sebuah situs tampil lebih baik. Bahkan Microsoft sebagai pembuatnya, telah merekomendasikan agar menggunakan browser yang lebih modern.

    Untuk tampilan yang lebih baik, gunakan salah satu browser berikut. Download dan Install, seluruhnya gratis untuk digunakan.

    We're Moving Forward.

    This Site Is No Longer Supporting Out-of Date Browser.

    If you are viewing this message, it means that you are currently using Internet Explorer 8 / 7 / 6 / below to access this site. FYI, it is unsafe and unable to render the latest CSS improvements. Even Microsoft, its creator, wants you to install more modern browser.

    Best viewed with one of these browser instead. It is totally free.

    1. Google Chrome
    2. Mozilla Firefox
    3. Opera
    4. Internet Explorer 9
    Close